Coaching terhadap Pendidik dan Tendik SMAIT Al Uswah Surabaya

Oleh: Evi Fuji Andini, S.Pd.Gr (Kepala Sekolah SMAIT Al Uswah Surabaya)

Istilah coaching dalam dunia Pendidikan sudah tidak asing lagi sejak berlakunya IKM [Implementasi Kurikulum Merdeka]. Coaching didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Sedangkan Whitmore (2003) mendefinisikan coaching sebagai kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Selain coaching, ada beberapa metode pengembangan diri yang lain dan bisa dilakukan di sekolah yaitu mentoring, konseling, fasilitasi, dan training. Kali ini kami menggunakan metode coaching dalam peningkatan atas performa kerja pendidik dan tenaga kependidikan.

Di SMAIT Al Uswah Surabaya sudah menerapkan coaching dalam pengawalan pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) sejak 1 tahun yang lalu [Tahun Ajaran 2023-2024]. Coaching tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah terhadap pendidik, melainkan wakil kepala sekolah pun diberikan kesempatan untuk melaksanakan coaching terhadap timnya. Pembagian SDM dalam pelaksanaan coaching ini bergantung dengan tingkat permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Sehingga kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengidentifikasi masalah terlebih dahulu sebelum menyusun jadwal coaching. Dengan demikian, harapan kami program coaching bisa dirasakaan oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Alhamdulillah kepala sekolah sudah melaksanakan coaching kepada ustadz Lukman selaku guru Al Quran dan wali kelas X Putra 2, ustadz Yudha selaku security, ustadz Wildan selaku guru sejarah, ustadz Fardani selaku guru Al Quran, dan pendidik/tenaga kependidikan yang lainnya. Begitu pula dengan wakil kepala sekolah yang sudah melaksanakan coaching terhadap timnya. Khusus wakil kepala sekolah selain melakukan coaching  terhadap pendidik, beliau juga melakukan coaching terhadap siswa yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaan coaching di SMAIT Al Uswah Surabaya menggunakan alur percakapan “TIRTA”. Dari segi bahasa, TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Jika kita ibaratkan rekan kita adalah air, maka kami memberikan kesempatan untuk merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensi yang bisa dikembangkan. Penjelasan TIRTA itu sendiri di antaranya: T merupakan Tujuan Umum (menyepakati topik pembicaraan dan hasil pembicaraan), I merupakan Identifikasi (menggali dan memetakan situasi saat ini. hubungan fakta-fakta yang ada), R merupakan Rencana Aksi (mengembangkan ide untuk alternatif rencana aksi/solusi, TA merupakan Tanggung Jawab (berkomitmen akan Langkah selanjutnya).

Pada hari Senin, 09 September 2024 kepala sekolah melakukan coaching terhadap ustadz Lukman. Selama proses coaching yang dibahas adalah rencana studi lanjut dan tantangan dalam mengemban Amanah di kewalasan. Dalam diskusi tersebut ustadz Lukman membuat rencana aksi dengan melakukan pendaftaran studi lanjut di salah satu PTN yang ada di Surabaya, dan target beliau adalah bulan November 2024. Akhirnya pada hari Rabu, 04 Desember 2024 kepala sekolah melakukan coaching Kembali kepada ustadz Lukman dalam rangka mengonfirmasi rencana aksi yang sudah dibuatnya saat proses coaching kali pertamaa.

Kami berharap dengan adanya program coaching  ini bisa optimal dan berjalan sesuai harapan seluruh pimpinan. Selain itu, kami pun berharap bisa menjadi salah satu bentuk fasilitas pimpinan yang diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapinya.

Insprirasi Guru Lainya