Persiapan Diri Menyambut Bulan yang Penuh Keberkahan
Oleh: Mondzir Al Hasani, M.HI (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)
Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Di samping bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya al-Quran. Bulan Ramadan juga bulan yang penuh dengan keberkahan. Terbukti bagi orang yang beriman dan mengnginkan kebaikan, ibadah-ibadah yang biasanya terasa berat menjadi ringan. Semangat menghidupkan malam di bulan Ramadan terasa sangat mudah didirikan.
Membaca al-Quran menjadi hal yang menyenangkan, sholat-sholat sunnah menjadi ringan dikerjakan, ceramah agama hampir setiap malam. Di luar bulan Ramadan sepertinya mendengarkan ceramah setiap malam terasa membosankan, namun berbeda dengan bulan Ramadan. Sebagian masjid merasa ada yang kurang apabila shlat tarawih tidak ada ceramah agamanya. Hal ini menguatkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan sebagaimana di dalam hadis dijelaskan
قدْ جاءَكمْ شهرُ رمضانَ، شهرٌ مباركٌ افترضَ اللهُ عليكُمْ صيامَهُ، يفتحُ فيهِ أبوابُ الجنةِ، ويغلقُ فيهِ أبوابُ الجحيمِ، وتغلُّ فيهِ الشياطينُ، فيهِ ليلةٌ خيرٌ مِنْ ألفِ شهرٍ، مَنْ حُرِمَ خيرَها فقدْ حرِمَ
“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan. Allah wajibkan berpuasa di bulan itu atas kalian. Dibuka pintu-pintu surga di bulan itu, ditutup pintu-pintu neraka di bulan itu, dan setan-setan dibelenggu. Di malam bulan Ramadan ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Barang siapa dihalangi kebaikannya maka sungguh dia terhalang” (HR. Ahmad No. 7148)
Jadi, kemudahan orang-orang beriman dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan di bulan Ramadan tidak lain karena bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkan dan kemuliaan. Oleh karena itu sebagai orang yang beriman apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi bulan Ramadan?
Rugi sekali orang yang akan menghadapi bulan yang penuh dengan keberkahan namun tidak ada persiapan menyambutnya. Bagaimana mungkin orang akan berjumpa dengan orang yang Istimewa tanpa ada persiapan. Orang yang hendak tampil sebagai MC di acara saja akan penuh persiapan dan merencanakan apa yang harus ia lakukan saat tampil. Semakin bergengsi acaranya maka semakin serius mempersiapkannya. Semakin Istimewa orang yang hendak ditemui semakin besar perhatian mempersiapkannya.
Begitulah seharusnya orang yang beriman ketika akan menghadapi bulan Ramadan. Menyiapkan dan menyambutnya dengan kesungguhan. Maka wajar ada Sebagian orang Indonesia yang punya kebiasaan menyambut bulan Ramadan dengan istilah Megangan (Shodaqah yang disertai permintaan doa), ada juga yang menyambutnya dengan ziarah ke makam para wali untuk mengingatkan mereka pada kesungguhan orang-orang shalih saat Ramadan.
Berbagai macam hal yang dilakukan untuk membangkitkan semangat beribadah menuju bulan Ramadan salah satu kesungguhan dalam menyambutnya. Selain itu ada hal-hal yang tidak kalah penting untuk disiapkan dalam menghadapi bulan Ramadan. Minimal ada 3 hal yang perlu kita siapkan menuju bulanRamadan.
- Menyiapkan diri dengan niat ikhlas karena Allah
Memelihara niat di dalam ibadah adalah hal yang paling dasar untuk menjaga ibadah itu tetap berkualitas dan syarat diterimanya sebuah amal sebagaimana sabda Nabi
إنَّما الأعمالُ بالنِّيَّاتِ وإنَّما لِكلِّ امرئٍ ما نوى فمن كانت هجرتُهُ إلى اللَّهِ ورسولِهِ فَهجرتُهُ إلى اللَّهِ ورسولِهِ ومن كانت هجرتُهُ إلى دنيا يصيبُها أو امرأةٍ ينْكحُها فَهجرتُهُ إلى ما هاجرَ إليْهِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.”
Kualitas amal tergantung pada niatnya yang ikhlas karena Allah. Bisa jadi di awal Ramadan penuh dengan semangat ibadahnya, Namun di tengah bulan Ramadan semakin menurun sebab ada rusaknya niat yang tidak lagi murni karena Allah.
- Menyiapkan diri dengan ilmu
Menyiapkan bulan Ramadan dengan ilmu seputar Ramadan adalah hal yang wajib. Hal ini berdasarkan hadis
طلبُ العِلمِ فريضةٌ على كلِّ مسلمٍ
Mencari ilmu wajib bagi orang Islam (HR. Ibnu Majah No. 224)
Bagaimana mungkin kita bisa memaksimalkan ibadah puasa dan amal-amal shalih yang lain di bulan Ramadan sedangkan kita tidak mengerti ilmunya. Bisa jadi ibadah kita sah secara fiqh atau tidak sempurna karena kurangnya keilmuan kita. Maka seharusnya kita menyiapkan diri kita dengan memahami dan mengaji kepada guru-guru kita tentang fiqh Ramadan sebelum kita memasuki bulan Ramadan.
- Melatih diri untuk khusyu’ beribadah
Melatih diri untuk meningkatkan kehusyukan di dalam ibadah bukanlah hal yang mudah. Betapa banyak kita sujud tidak bermakna, bacaan surat al-Fatihah kadang kita lupa sudah membacanya atau tidak. Bahkan tidak jarang sampai lupa jumlah rakaatnya. Padahal letak kenikmatan di dalam ibadah adalah kekhuyukannya. Hal ini dijelaskan di dalam al-Qur’an surat al-Mu’minun ayat 1-2
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ () ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
Khusyu’ artinya sadar dengan apa yang kita baca dan apa yang kita kerjakan sehingga apa yang kita kerjakan lebih maksimal dan lebih berkualitas. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menjadi hambanya yang senantiasa menjadikan kita Ikhlas, faham ilmu agama dan khusu’ dalam beribadah kepadanya.