Ceria dan Bermakna dalam MPLS SMPIT Al Uswah Surabaya
Oleh: Nurul Makrifah, S.Pd (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momentum awal yang penting bagi peserta didik baru dalam menapaki lembaran baru dunia pendidikan menengah. Tahun ini, MPLS jenjang 7 SMP Islam Terpadu Al Uswah Surabaya mengusung tema “Langkah Akrab, Akhlak Mantap, Digital Siap Tanpa Gagap”, dengan semangat menyambut para siswa baru penuh kehangatan dan nuansa islami yang kental.
Hari Pertama: Sambutan Ramah dan Semangat Kebersamaan
Kegiatan MPLS diawali dengan apel pagi yang penuh semangat dan tertib, dipandu langsung oleh para asatidzah, serta kakak-kakak dari OSIS dan Dewan Penggalang (DELANG). Siswa baru disambut dengan wajah ramah dan senyum tulus yang menciptakan suasana hangat dan akrab. Momen ini menjadi awal yang menyenangkan bagi para siswa untuk merasa diterima dan disambut di lingkungan barunya.
Setelah apel, para siswa dikenalkan kepada dewan asatidzah yang akan mendampingi mereka dalam proses belajar dan pembentukan karakter selama tiga tahun ke depan. Acara kemudian dilanjutkan dengan fun game interaktif yang dipandu oleh kakak-kakak OSIS dan DELANG, bertujuan mempererat hubungan antarsiswa baru dan membangun suasana kekeluargaan sejak hari pertama.
Menjelang siang, para siswa diajak untuk berkeliling mengenal lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, ruang OSIS, UKS, hingga ruang-ruang kelas belajar. Ini memberikan pemahaman awal tentang fasilitas sekolah dan mengenalkan para siswa kepada seluruh warga sekolah.
Di akhir sesi, panitia memberikan apresiasi khusus kepada siswa dengan kreativitas terbaik dalam membuat nametag, yakni kepada Kenzio Ibrahim dan Razita Ghania Ramadani. Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk terus berkreasi dan menunjukkan potensi terbaik mereka.
Hari Kedua: Menyulam Semangat Organisasi dan Cinta Al-Qur’an
Hari kedua MPLS bertepatan dengan hari Kamis yang penuh berkah. Kegiatan dimulai dengan membaca doa pagi Al-Ma’tsurat secara bersama-sama, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al Uswah yang dipimpin oleh kak Jihan sebagai dirijen.
Untuk menjawab rasa penasaran siswa baru tentang organisasi di sekolah, dilaksanakan sesi pemaparan program OSDEL (OSIS & DELANG). Kak Naomi dan kak Izzah dengan penuh semangat menyampaikan program OSIS, sedangkan kak Tsana dan kak Aqilah mengenalkan program-program DELANG. Sesi ini diakhiri dengan QnA interaktif seputar teknis pendaftaran hingga kiat sukses menjadi anggota OSDEL.
Karena penguatan pembelajaran Al-Qur’an adalah salah satu ciri khas utama di sekolah Islam Terpadu, dilanjutkan dengan sesi motivasi dan sosialisasi program Al-Qur’an oleh Usth Ni’mah dan Ust Anang Al Hafidz. Dengan penuh inspirasi, keduanya berkisah tentang perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, menekankan pentingnya kesabaran, istiqomah, dan menghindari waktu yang sia-sia hanya untuk bermain gadget.
Tidak kalah penting, Ust Ashabul Kahfi, M.Pd memberikan sosialisasi tentang standarisasi ibadah, khususnya sholat. Beliau menanamkan pemahaman tentang pentingnya ibadah yang benar dan disiplin sebagai pondasi dalam membentuk karakter muslim sejati.
Pada akhir kegiatan, penghargaan diberikan kepada siswa dengan tips and trick terbaik dalam menghafal Al-Qur’an secara mudah dan cepat, sebagai bentuk motivasi dan penguatan karakter Qur’ani sejak dini.
Hari Ketiga: Belajar di Alam Terbuka dan Tantangan Seru
Hari ketiga MPLS dilaksanakan di luar sekolah, yakni di Kebun Bibit Taman Flora Bratang. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pembacaan QS Al-Kahfi sebagai pembiasaan di hari Jumat agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Setelah itu, seluruh siswa mengikuti kegiatan SABER (Sarapan Bersama) guna memastikan asupan gizi sebelum menjalani aktivitas luar ruang.
Kegiatan inti di Taman Flora berisi berbagai tantangan edukatif di 4 pos, yang menuntut siswa untuk bekerja sama dan berstrategi. Setiap kelompok mempresentasikan yel-yel kreatif, menyusun puzzle bergambar pahlawan nasional, serta menceritakan profil singkat dari masing-masing tokoh. Bila ada kelompok yang belum mengenali tokoh tersebut, mereka diberi kesempatan untuk mencari literasinya sebagai tugas rumah.
Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar bekerja sama, tetapi juga mengenal sejarah pahlawan bangsa. Di akhir kegiatan, seperti hari-hari sebelumnya, panitia memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil menyelesaikan paling banyak tantangan dengan semangat dan kekompakan tinggi.
Penutup
Selama tiga hari pelaksanaan MPLS, seluruh siswa baru telah dibekali dengan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, semangat kebangsaan, serta kebersamaan dalam keberagaman. Semoga dengan langkah awal ini, para siswa mampu melanjutkan perjalanan pendidikan mereka dengan semangat yang mantap, akhlak yang kuat, dan kesiapan menghadapi dunia digital tanpa gagap.
MPLS bukan hanya perkenalan, tetapi permulaan yang bermakna menuju masa depan gemilang di bawah cahaya Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin
Sumber: https://smpit.aluswahsby.sch.id/