Tadabbur Al Qur’an: Logika Tafsir Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 26

Oleh: Ustadz Mondzir Al Hasani, M.HI (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)

Kebanyakan orang akan lebih berhati-hati ketika menghadapi ujian berupa kesulitan daripada menghadapi ujian berupa kesenangan. banyak orang yang ketika dalam kondisi sempit lebih banyak mengingat Allah, lebih khusyu’ sholatnya, lebih rajin ibadahnya, lebih dekat dengan keluarganya. namun sebaliknya ketika orang itu diberikan kelapangan, kemudahan, dan kelancaran justru semakin jauh dari Allah, semakin malas beribadah, dan kurang perhatian kepada keluarga.

Di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 26 Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Artinya: Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk  seperumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik

Abu Ja’far ar-Razy ketika menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa perumpamaan nyamuk di ayat ini adalah perumpamaan untuk kehidupan dunia. Logika dan faktanya, seekor nyamuk bisa hidup dalam keadaan lapar. namun di dalam dunia dan mengusahakannya sekuat tenaga untuk menggapainya sampai melupakan akhiratnya diibaratkan nyamuk yang mengisap darah. Ia sulit melepaskan gigitannya sampai Ia mati karena kekenyangan.

Begitu pula saat orang-orang semakin mengejar dunia dan melupakan akhirat maka semakin Allah membukakan segala kemudahan dari segala penjuru sebagaimana  Allah firmankan di dalam surat al-An’am ayat 44

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ

Artinya: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka

Sebab inilah Ia akan merasa bahwa kemudahan itu merupakan hadiah Allah tanpa harus susah payah beribadah dan mendekatinya. Ia akan merasa semakin menjauhinya semakin lapang kehidupannya.

Seekor nyamuk yang dijadikan perumpamaan di ayat tersebut dianggap hal yang remeh oleh orang-orang munafik karena dianggap tidak ada manfaatnya. padahal Allah hendak memperlihatkan bahwa dunia yang diagung-agungkan itu sangatlah rendah di hadapan Allah. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bahwa dunia dan seisinya ini bagi Allah tidak lebih dari pada satu sayap seekor nyamuk. namun faktanya hal remeh ini lah yg banyak menjerumuskan manusia.

orang-orang munafik mengomenari bahwa dunia ini segalanya sehingga ketika Allah menurunkan ayat ini seolah-olah bagi mereka tidak masuk akal. bagaimana mungkin dunia yang mereka anggap segalanya itu diibaratkan seperti seekor nyamuk yang mereka anggap tidak ada manfaatnya. Bagi orang yang beriman ujian kelapangan ini justru akan menjadikannya lebih berhati-hati dan berusaha mensyukurinya dengan semakin dekat kepada tuhannya.

Maha benar Allah yang menjadikan ayat sucinya menembus logika dan hati yang bersih sehingga mampu mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil dengan caranya dan jalan yang dikehendakiNya.

Insprirasi Guru Lainya