Lomba Best Costume SMPIT Al Uswah Surabaya Anggun dalam Karya Indah dalam Adab

Oleh: Zahira (Siswa kelas 9A SMPIT Al Uswah Surabaya)
Dalam setiap lomba, bukan hanya hasil yang menentukan, tetapi juga cerita di baliknya. Begitulah kisah Kelas 9A SMPIT Al Uswah Surabaya dalam lomba Best Costume pada tanggal 22 Agustus 2025 lalu. Mereka mungkin meraih juara kedua, namun perjuangan dan kreativitas mereka meninggalkan jejak yang tak kalah indah dari sang juara.

Seperti merajut mimpi, anak-anak 9A memulai langkah mereka dengan diskusi sederhana: gaun seperti apa yang akan dibuat? Bahan apa yang dibutuhkan? Dari sanalah lahir kesepakatan dan pembagian tugas. Hari Minggu setelah upacara kemerdekaan, mereka berkumpul di sekolah. Gulungan demi gulungan kertas buket merah putih ditempelkan pada kerangka rok dari kardus. Naomi, sang model, berdiri sabar menjadi poros karya itu. Meski hasil awal belum sempurna—rok masih pendek, sambungan kertas masih tampak—semangat mereka tidak padam.

Hari-hari berikutnya menjadi saksi kesungguhan mereka. Di hari Selasa, mereka membongkar ulang, merapikan gulungan yang tak seragam, menyusun kembali dengan hati-hati. Tongkat dihias dengan daun-daun kertas merah putih, pita dan renda ditambahkan untuk menutup celah yang masih terlihat. Semua dilakukan dengan riang meski waktu terus mendesak.

Namun titik balik ada pada rancangan sayap. Awalnya hanya sayap balon sederhana, tapi hati mereka merasa itu belum cukup. “Terlalu polos,” pikir mereka. Hingga akhirnya, ide sayap berbentuk bunga rafflesia hadir, seperti simbol keunikan dan kekuatan. Mereka pun bekerja keras: ada yang memotong pola sayap, ada yang mengecat, ada yang menempelkan dakron sebagai penopang. Sementara yang lain menambahkan panjang rok dengan kertas buket baru yang sempat dibeli pulang-pergi dengan penuh pengorbanan.

Sedikit demi sedikit, kepingan kerja keras itu menyatu. Dan pada akhirnya, lahirlah sebuah kostum: gaun merah putih yang indah, sayap rafflesia yang megah, dan detail hiasan yang anggun. Lebih dari itu, meski berbentuk gaun, mereka tetap menjaga syar’i—menutupi aurat, tetap sopan, tetap sesuai adab. Inilah yang membuat karya mereka bukan hanya sekadar busana, tapi juga cerminan iman dan tanggung jawab.

Saat lomba berlangsung, tatapan takjub pun mengiringi langkah Naomi di atas panggung. Meski hati berdebar, mereka tahu: ini adalah buah dari persatuan, kerja keras, dan kreativitas. Dan ketika nama 9A diumumkan sebagai Juara 2, rasa haru bercampur bangga mewarnai wajah mereka.

Karena pada akhirnya, kemenangan bukan semata soal peringkat, melainkan bagaimana mereka telah belajar: bahwa kerja sama dapat melahirkan keindahan, bahwa menjaga adab dalam berkarya adalah kemenangan hakiki, dan bahwa semangat merdeka bisa menjelma dalam bentuk sayap rafflesia yang anggun.

Sayap Rafflesia, Semangat Merdeka dari Kelas 9A

Sumber: https://smpit.aluswahsby.sch.id/

Insprirasi Guru Lainya