Evaluasi Hafalan dan Penguatan Mutu Pembelajaran Al Qur’an melalui SAS Tahfidz

Oleh: Mohammad Hasan Bisri, S.Sy (Guru SDIT Al Uswah Surabaya,)

Program Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahfidz SDIT Al Uswah Surabaya Semester Ganjil tahun 2025 kembali diselenggarakan sebagai salah satu bentuk evaluasi capaian hafalan siswa dari kelas 1 sampai 6. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa proses pembelajaran tahfiz selama satu semester berlangsung efektif dan memberikan hasil terbaik bagi setiap siswa.

Pelaksanaan SAS Tahfidz pada semester ganjil ini dibagi menjadi dua kegiatan besar, yaitu pertama pekan murojaah (27–31 Oktober 2025), seluruh siswa difokuskan untuk melakukan murojaah atau pengulangan hafalan. Pekan murojaah bertujuan untuk: memantapkan hafalan sebelum menghadapi ujian, memperbaiki bacaan, makhraj, dan kelancaran, dan menumbuhkan kesiapan dan kepercayaan diri siswa. Ustadz atau ustazah pengajar tahfidz mendampingi intensif agar siswa dapat mengulang hafalan secara tersistem dan terarah.

Setelah pekan murojaah, pelaksanaan SAS Tahfidz yang dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai 28 November 2025. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan hafalan siswa sesuai target capaian masing-masing tingkat.

Pelaksanaan ujian SAS Tahfidz siswa kelas 1–3 dilakukan pada jam tahfiz reguler, yakni pukul 07.40 – 08.35 WIB. Pengaturan ini membantu siswa mengikuti ujian dalam suasana yang sudah familiar. Untuk kelas 4, 5, dan 6, pelaksanaan SAS dilakukan sesuai jadwal ujian tahfidz tiap kelas yang telah ditentukan, serta menyesuaikan kesepakatan waktu antara siswa dan ustadz atau ustadzah penguji, agar pelaksanaan lebih efektif dan kondusif. Model ini memberikan fleksibilitas sehingga pengujian dapat dilakukan secara menyeluruh dan optimal.

Materi Ujian yang diujikan pada SAS Tahfidz adalah hafalan sesuai capaian masing-masing siswa. Apabila capaian siswa telah mencapai 1 juz penuh, maka ia akan diuji 1 juz secara keseluruhan. Jika siswa membaca dengan lancar memenuhi standar nilai minimal dan lulus berdasarkan penilaian penguji, maka siswa berhak mengikuti Sertifikasi Uji Publik melalui jalur SAS. Kesempatan ini menjadi bentuk apresiasi serta motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan kedisiplinan murojaah.

Program SAS Tahfidz tidak hanya bertujuan mengukur hafalan, tetapi juga meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, membiasakan siswa murojaah secara teratur, membentuk karakter disiplin, sabar, dan tekun, menguatkan target hafalan tiap jenjang, serta melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan mencintai Al-Qur’an.

Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/

Insprirasi Guru Lainya