TFT Standardisasi Tahsin Tilawah dan Fasahah Guru Al Qur’an SDIT Al Uswah Surabaya
Oleh: Hasanudin, S.Pd (Guru SDIT Al Uswah Surabaya,)
Guru Al-Qur’an memiliki tanggung jawab yang besar dalam membimbing peserta didik membaca Kalamullah dengan baik dan benar. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan, khususnya dalam aspek tahsin dan fasahah, agar setiap bacaan yang diajarkan sesuai dengan kaidah yang benar.
Sebagai penutup rangkaian Training for Trainer (TFT) Guru Al-Qur’an, SDIT Al Uswah Surabaya menyelenggarakan TFT Standardisasi Tahsin Guru dan Fasahah dengan menghadirkan Ust. Baidum Makenun, Lc., M.Th.I. sebagai pemateri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru Al-Qur’an sebagai upaya menyamakan standar kualitas bacaan sekaligus meningkatkan kompetensi dalam mengajarkan Al-Qur’an.
Materi pelatihan berfokus pada penguatan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan ṣifatul huruf (sifat-sifat huruf). Kedua aspek tersebut merupakan fondasi utama dalam membaca Al-Qur’an dengan benar. Kesalahan pada makhraj maupun sifat huruf dapat mengubah bunyi bacaan, bahkan berpotensi mengubah makna ayat yang dibaca. Selain penyampaian materi, peserta juga praktik membaca secara langsung. Pada sesi ini, setiap guru membaca ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mendapatkan koreksi dan pengarahan dari pemateri. Evaluasi dilakukan secara teliti agar setiap peserta mengetahui bagian bacaan yang perlu diperbaiki dan dapat menerapkannya dalam pembelajaran di kelas.
Melalui praktik tersebut, para guru semakin memahami perbedaan pelafalan huruf-huruf yang memiliki makhraj berdekatan, memperkuat penerapan sifat-sifat huruf, serta meningkatkan ketelitian dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan standar bacaan seluruh guru sehingga kualitas pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Al Uswah Surabaya semakin baik dan konsisten.
Pelatihan berlangsung dengan suasana yang penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, saling menyimak bacaan, serta menerima koreksi dengan lapang dada sebagai bagian dari proses belajar. Semangat untuk terus memperbaiki bacaan menjadi wujud kesadaran bahwa guru Al-Qur’an harus senantiasa belajar sebelum mengajarkan ilmu kepada para peserta didiknya.
Melalui TFT Standardisasi Tahsin Guru dan Fasahah, SDIT Al Uswah Surabaya berharap seluruh guru Al-Qur’an memiliki bacaan yang semakin baik, seragam, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Dengan guru yang berkualitas, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, tetapi juga membacanya secara benar, fasih, dan penuh kecintaan terhadap Kalamullah.
Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembelajaran Al-Qur’an yang unggul dan berkelanjutan di SDIT Al Uswah Surabaya.
Sumber: https://aluswahsby.sch.id/