Memaknai Kemerdekaan Republik Indonesia

Oleh: Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM (Direktur Pendidikan Al Uswah Surabaya)

Sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada bangsa ini yakni bisa merasakan Kemerdekaan. Hal ini sebagaimana dituangkan pada Pembukaan UUD alinea ke-3, yaitu “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Rasa syukur itu kita wujudkan dengan menggunakan nikmat ini untuk semakin taat kepada Allah SWT. Semoga kita tidak menjadi golongan manusia yang kufur terhadap nikmat dari-Nya, yakni mereka melupakan kenikmatan yang sudah diterima, atau bahkan menggunakan kenikmatan ini untuk bermaksiat atau menghadirkan kerugian bagi orang lain. Boleh jadi nikmat Kemerdekaan yg kita terima sudah 81 tahun tapi masih banyak permasalahan yg terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti kemiskinan dimana-mana, mungkin karena kita kufur terhadap nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita bangsa Indonesia.

Mari kita mengisi nikmat kemerdekaan dengan semakin menguatkan kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia. Hal ini sejalan dg tema Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke-81, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema di atas sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 alinea 2 tentang makna Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah Merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Mari sejenak memaknai istilah Kemerdekaan berdasarkan pembukaan UUD di atas. Merdeka bisa diartikan bahwa negeri itu terbebas dari segala bentuk penjajahan bangsa atau negara lain. Bersatu artinya semua komponen bangsa Indonesia bisa bersatu untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu mencapai Kemerdekaan yang sesungguhnya. Berdaulat maksudnya negara kita sepenuhnya bisa mengatur kebijakan negerinya, baik dari aspek politik, pendidikan, ekonomi, pengelolaan sumber alamnya, dan lain-lain, tidak diatur oleh negara lain. Terakhir, adil dan makmur berarti memberikan perlakuan yang adil kepada semua warga negaranya dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran setiap warga negaranya.

Arti Kemerdekaan secara individu apabila kita hanya tunduk kepada pihak yang berhak mengatur kita, yaitu Allah SWT yang telah menciptakan kita, dan taat/tunduk kepada pihak yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka ketundukan itu akan bernilai ibadah. Demikian pula ketaatan kepada hal-hal yg menghadirkan manfaat bagi kehidupan ini, seperti taat pada aturan sekolah, aturan di jalan raya, dan aturan umum yg berlaku di tengah masyarakat dan negara.

Sebaliknya ketika kita tunduk kepada siapapun yang sebenarnya tidak berhak mengatur kita atau yang justru memberikan dampak buruk, maka sebenarnya keadaan yang demikian itu dalam kondisi pribadi yang terjajah, bukan sosok yang merdeka (freedom). Misalnya ketika keseharian kita tidak bisa lepas dari main HP, padahal tidak banyak manfaat yang sebenarnya kita dapatkan, maka kita sedang terjajah oleh HP. Demikian pula ketika seseorang terikat dengan komunitas tertentu tanpa mendapatkan manfaat yang jelas atau justru mencelakakan masa depannya, maka ia menjadi pribadi yang sedang terjajah.

Bagaimana cara kita mengisi Kemerdekaan Indonesia ini? Berikut ini ada beberapa kiat yang dapat dilakukan.

  1. Memiliki mimpi dan keinginan menjadi warga negara yang punya kontribusi besar dalam memajukan negeri ini. Belajar dari para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan di Indonesia. Mereka memiliki keinginan kuat untuk dapat memberikan yang terbaik bagi negeri ini walau harus mengorbankan segalanya. Susunlah cita-cita yang mulia, yaitu menjadi orang yang memberikan dampak kebaikan kepada lebih banyak orang. Jika kita tidak mampu membantu banyak orang, minimal jadilah orang tidak membebani orang tua, masyarakat, dan negeri ini.
  2. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-citanya. Karena Allah SWT tidak nasib suatu kaum hingga ia berusaha mengubah nasibnya sendiri. Manfaatkan waktu muda kita untuk berjuang semaksimal mungkin, karena perjuangan di masa muda itu akan menghadirkan kebahagiaan dan kemudahan saat dewasa nanti. Sadarlah bahwa cara yang paling efektif dari bangsa lain jika ingin menguasai negara kita yaitu dengan melemahkan generasi mudanya.
  3. Peduli terhadap kondisi masyarakat dan bangsa kita saat ini, bagaimana kondisi sosial ekonomi mereka, kehidupan beragamanya, hingga kebijakan-kebijakan yang berlaku di negeri kita. Karena insyaAllah ke depan, generasi mudalah yang akan menjadi para pemimpin berikutnya bagi negeri ini. Selain itu, mau tidak mau kondisi Indonesia saat ini dan di masa depan pasti akan mempengaruhi bagaimana nasib kita dan generasi setelahnya. Misalnya kalau kondisi bangsa kita lemah dalam aspek ekonomi, maka akan semakin banyak warga negara yang kesulitan bekerja dan berdampak pada terpuruknya ekonomi dalam jangka panjang.
  4. Bangga menjadi warga negara Indonesia, karena di sinilah kita dilahirkan, kita menjalani kehidupan, hingga mungkin kita nanti dikuburkan juga di Indonesia. Sadarlah bahwa banyak negara lain yang sebenarnya iri dengan Indonesia, karena potensi sumber daya alamnya yang luar biasa. Rasa bangga itu diwujudkan misalnya dengan lebih mencintai produk-produk dalam negeri, dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi dalam negeri kita. Bukan malah bangga dengan menggunakan produk asing yang sebenarnya semakin memperkaya pihak luar. Belajar dari negara-negara yang maju ekonominya, sebenarnya mereka berjaya karena disupport oleh negara-negara yang selama ini jadi market bisnisnya, termasuk Indonesia.
  5. Peduli kepada negeri lain yang saat ini sedang dijajah. Pada saat kita menikmati Kemerdekaan saat ini, di belahan bumi yang lain masih ada negara yang dijajah oleh bangsa lain yang sebenarnya tidak punya negara, yaitu negara Palestina yang dijajah oleh zionis Israel. Jangan lupakan sejarah, bahwa bangsa kita dulu merdeka karena juga mendapatkan dukungan dari para tokoh Palestina dan Timur Tengah. Saat itu yang menjajah kita adalah negara-negara Barat dan Jepang, sebaliknya yang mensupport Kemerdekaan kita pertama kali adalah negara-negara Arab.

Semoga kita dapat memaknai Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini dengan benar. Kemudian menjadikan momentum peringatan Kemerdekaan ini untuk semakin semngat mengisinya dengan berbagai karya dan prestasi. Bukan hanya untuk masa depan kita sendiri, tapi yang lebih penting adalah demi kepentingan Bangsa Indonesia lebih luas di masa depan. Tentunya kita merindukan negeri ini menjadi semakin adil dan makmur, mulai dari Sabang hingga Merauke, sebagaimana cita-cita mulia para pejuang dan pendiri bangsa ini.

Insprirasi Guru Lainya