Serunya Belajar Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dengan Jigsaw
Oleh: Istiana, S.Pd. (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
embelajaran IPAS kelas 6 bersama Ustadzah Istiana, S.Pd. berlangsung aktif, kolaboratif, dan penuh makna. Pada pembelajaran kali ini, siswa mempelajari materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Melalui model ini, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama, berdiskusi, bertanggung jawab, dan berbagi pengetahuan dengan teman.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam, doa, dan apersepsi. Siswa kemudian membentuk kelompok asal yang terdiri atas kelompok putra dan putri. Setelah kelompok terbentuk, siswa duduk bersama kelompok masing-masing dan mendapatkan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran serta mekanisme pembelajaran Jigsaw yang akan dilakukan.
Memasuki kegiatan inti, siswa diajak mengamati gambar mengenai tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia. Berdasarkan gambar tersebut, siswa mencoba menyebutkan berbagai tahapan pertumbuhan manusia yang mereka ketahui. Untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis, diberikan pertanyaan pemantik, “Menurutmu, apakah seluruh tahapan pertumbuhan pada gambar akan dilalui semua manusia?” Siswa kemudian menyampaikan jawaban berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang mereka miliki.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok ahli. Setiap siswa dari kelompok asal mendapatkan tugas untuk mempelajari salah satu tahapan perkembangan manusia. Terdapat enam kelompok ahli yang membahas tahapan bayi usia 0–1 tahun, balita usia 2–5 tahun, anak-anak usia 6–10 tahun, remaja usia 11–19 tahun, dewasa usia 20–60 tahun, serta lanjut usia usia 60 tahun ke atas.
Di dalam kelompok ahli, siswa membaca dan mempelajari materi, kemudian mendiskusikan ciri-ciri serta contoh nyata dari tahapan perkembangan yang menjadi tugas kelompoknya. Setiap siswa juga menyusun catatan sederhana pada kartu yang telah disediakan. Catatan tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk menjelaskan materi kepada teman-temannya ketika kembali ke kelompok asal.
Setelah menyelesaikan diskusi di kelompok ahli, siswa kembali ke kelompok asal masing-masing. Pada tahap ini, setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan materi sesuai dengan tahapan perkembangan manusia yang telah dipelajarinya di kelompok ahli. Dengan demikian, setiap siswa memiliki peran sebagai penyampai informasi sekaligus menjadi sumber belajar bagi teman-teman dalam kelompoknya.
Presentasi berlangsung secara bergantian. Siswa menjelaskan materi yang telah didiskusikan bersama kelompok ahli, sementara anggota kelompok asal lainnya menyimak dan mencatat poin-poin penting. Melalui kegiatan tersebut, seluruh anggota kelompok dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai berbagai tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kegiatan ini juga melatih keberanian siswa dalam berbicara, kemampuan menyampaikan informasi, keterampilan menyimak, serta tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.
Setelah kegiatan presentasi selesai, siswa mengikuti energizer berupa tepuk berirama 1–5 untuk mengembalikan semangat dan konsentrasi sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penguatan melalui presentasi dan konfirmasi pemahaman. Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat terhadap informasi yang disampaikan oleh teman. Apabila terdapat pemahaman yang kurang tepat, guru memberikan klarifikasi dan penguatan. Pemahaman siswa juga divalidasi melalui tayangan video yang berkaitan dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, siswa kemudian mengerjakan soal mengenai tahapan perkembangan manusia. Hasil pekerjaan dikumpulkan dan menjadi bagian dari proses asesmen pembelajaran. Pembelajaran ditutup dengan kegiatan refleksi duniawi dan ukhrawi. Siswa diajak menghubungkan materi dengan tahapan perkembangan yang sedang mereka jalani melalui penilaian diri. Refleksi diperkuat dengan perenungan kandungan QS. Ar-Rum [30]: 54 tentang perjalanan manusia dari keadaan lemah, menjadi kuat, kemudian kembali lemah. Melalui ayat tersebut, siswa diajak mensyukuri setiap fase kehidupan dan merencanakan aktivitas kebaikan agar waktu yang dimiliki dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
Melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, siswa tidak hanya memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia, tetapi juga mengembangkan karakter tanggung jawab, kerja sama, keberanian menyampaikan pengetahuan, kemampuan menyimak, dan menghargai kontribusi teman. Kegiatan kemudian ditutup dengan penguatan materi, doa, dan salam.