Jumat Bersih “Sekolahku Bebas Coretan”, Siswa SDIT Al Uswah Surabaya Bergerak Bersama Menjaga Lingkungan
Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Waka Kesiswaan SDIT Al Uswah Surabaya)
Dalam 20 menit, seluruh siswa kelas 1–6 bersama guru membersihkan coretan di ruang dan selasar sekolah sebagai pembiasaan peduli lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab.
SURABAYA — Jumat pagi di SDIT Al Uswah Surabaya diawali dengan sebuah misi sederhana, tetapi sarat makna: menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang bersih, nyaman, dan bebas coretan. Jumat (2/10/2026), seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 serentak mengikuti kegiatan “Jumat Bersih – Sekolahku Bebas Coretan” selama 20 menit, mulai pukul 07.10 hingga 07.30 WIB.
Begitu bel berbunyi pukul 07.10 WIB, siswa langsung bersiap di depan kelas masing-masing. Penghapus telah berada di tangan. Tanpa menunggu aba-aba dari kelas, seluruh siswa berdiri dalam posisi siap dan sikap sempurna.
Kegiatan kemudian diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah bersama-sama oleh enam jenjang kelas. Setelah itu, siswa menyimak informasi dan arahan yang disampaikan melalui sumber suara sekolah sebagai panduan menjalankan misi pagi tersebut.
Setelah arahan selesai, saatnya take action.
Siswa bergerak menuju area yang telah diamanahkan untuk dibersihkan. Ruang kelas dan selasar sekolah menjadi sasaran kegiatan. Dengan penghapus yang telah dibawa masing-masing, siswa bersama guru membersihkan berbagai coretan yang terdapat di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas membersihkan dinding. Di balik gerakan sederhana menghapus coretan, sekolah ingin menumbuhkan kepekaan dan kesadaran sosial siswa terhadap kebersihan serta lingkungan bersama.
Siswa diajak memahami bahwa sekolah bukan sekadar tempat untuk belajar, tetapi juga ruang bersama yang perlu dirawat dan dijaga. Ketika lingkungan sekolah bersih, nyaman, dan bebas coretan, setiap warga sekolah turut merasakan manfaatnya.
Kegiatan Jumat Bersih – Sekolahku Bebas Coretan dilaksanakan di seluruh area ruangan dan selasar SDIT Al Uswah Surabaya dengan pendampingan guru kelas dan guru pendamping. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Sulaikah Kurniawati selaku Waka Kesiswaan.
Tepat pukul 07.30 WIB, seluruh siswa kembali ke kelas. Sebelum melanjutkan agenda berikutnya, siswa melakukan refleksi bersama guru. Refleksi menjadi bagian penting untuk mengajak siswa menyadari kembali apa yang telah dilakukan dan bagaimana kebiasaan menjaga lingkungan dapat diterapkan dalam keseharian.
Hanya berselang lima menit, pukul 07.35 WIB, siswa kembali bersiap untuk mengikuti kegiatan tahfidh.
Rangkaian pagi tersebut menjadi pembelajaran nyata tentang bagaimana kesiapan, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab dapat dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan ini, SDIT Al Uswah Surabaya berharap budaya menjaga kebersihan tidak berhenti pada satu agenda Jumat Bersih. Lebih dari itu, kebiasaan menjaga lingkungan diharapkan tumbuh menjadi kesadaran yang melekat pada diri setiap siswa.
Sekolah bersih bukan hanya karena ada yang membersihkan, tetapi karena setiap warga sekolah memiliki kesadaran untuk menjaganya.