Agar Sukses Siswanya Al Uswah Surabaya Adakan Pelatihan Wali Kelas

Wali kelas sangat penting peranannya dalam proses pendidikan dan pembelajaran siswa di sekolah. Dialah yang berinteraksi langsung dengan siswa atau anak didiknya dalam kegiatan belajar sehari-hari. Di sekolah dia seolah menjadi orangtua dalam membimbing dan mendidik akhlaq atau karakter siswa. Dia membimbing anak didiknya dalam belajar agama dan pembiasaan-pembiasaan ibadah. Dia juga membina dan mengembangkan kecerdasan serta ketrampilan anak didiknya, sehingga menjadi anak yang mandiri dan berprestasi.

Begitu pentingnya peranan wali kelas dalam mengawal suksesnya siswa dalam pembelajaran, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Uswah Surabaya mengadakan Pelatihan Wali Kelas Hebat, sebelum memasuki tahun ajaran 2024/2025 baru dimulai. Pelatihan yang diikuti oleh semua wali kelas dari SDIT, SD 2, SMPIT dan SMAIT Al Uswah ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 Juli 2024. Dalam pelatihan yang diadakan di SDIT Al Uswah Surabaya ini diisi dengan materi Pengokohan Wali Kelas dan Efektifitas Peran Wali Kelas.

Ustadz Dimas Iqbal, S,Pd dalam materi Pengokohan Wali Kelas menjelaskan tentang filosofis Pendidikan, Kekuatan Bina Kelas Pagi, dan Ketrampilan Coaching. Terkait Bina Kelas Pagi pemateri menjelaskan tentang kekuatan Kegiatan di pagi hari di kelas yang diawali Bina Kelas Pagi. Diantaranya adalah dia memiliki daya untuk menghasilkan perubahan atau pengaruh positif kepada siswa. Bina kelas pagi dimulai mengajak siswa berbaris untuk melatih disiplin kemudian dengan tertib masuk kelas. Ketika siswa sudah duduk, siswa diajak berdoa, kemudian absensi, menanyakan kabar, cek ibadah siswa dan yel-yel kelas.

Peran wali kelas sangat penting dalam aktifitas inti Bina Kelas Pagi. Wali kelas mengawalinya dengan taujih atau pengarahan untuk semua siswa. Setelah itu kegiatan dilajutkan dengan mendengarkan inspirasi dari siswa yang ditunjuk. Setelah itu siswa diajak membaca (tilawah) Al Quran bersama. Setelah tilawah, kegiatan selanjutnya adalah sholat dhuha, membaca buku, olahraga (senam bersama), kerja bakti di kelas dan kegiatan diakhiri dengan sarapan bersama.

Kemudian dalam materi Efektifitas Peran Wali Kelas, ustadzah Anglis Anjarsari, M.Psi menjelaskan tentang sering terjadinya perbedaan komunikasi (pendekatan kepada orang tua) antar wali kelas. Oleh karenanya perlu disepakati Ruang lingkup case dan level darurasi case, Mekanisme kordinator jenjang, dengan mengadakan diskusi rutin dalam jenjang dan adanya SOP terkait pola komunikasi dengan wali murid. Juga dijelaskan bagaimana menanggapi komplain walimurid, pemilihan diksi saat menyampaikan kasus siswa, pemilihan redaksional penulisan catatan wali kelas di rapor dan di buku komunikasi. Semoga sukses semuanya

Artikel Lainya