Amazing Traveling, Trip to Malaysia & Singapore
Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Waka Kesiswaan SDIT Al Uswah Surabaya)
Amazing traveling. Bersyukur kepada Allah atas semua nikmatNya memperjalankan saya ke dua negara hebat bernama Malaysia dan Singapore. Sesuatu hal yang baru. Mendampingi siswa SDIT Al Uswah Surabaya ke luar negeri. Gak tanggung-tanggung, 18 siswa yang terdiri dari 12 putri dan 6 putra. Maka tidak ada guide book ataupun SOP yang bisa dijadikan acuan. Ibarat saya sedang mencari jalan untuk program internasional selanjutnya.
Overthinking, jelas di awal di tengah dan di akhir. Memastikan bahwa mereka tidak terpisah dari rombongan, paspor dan barang berharga lainnya tidak kecer serta bisa mengikuti semua rundown dengan tertib. Beberapa kali harus menajamkan mata, menghitung ulang serta bertanya kelengkapan paspor, Hp dan dompet. Akan repot sekali bila paspor hilang. Urusannya panjang dan mahal. Maka Perlu banyak strategi untuk bisa mengawal 18 siswa. Saya terapkan mode pasangan.
Setiap siswa punya pasangan perjalanan sekaligus pasangan kamar. Harus berjalan berdekatan dengan pasangan dan saling mengingatkan. Hal ini memudahkan saya untuk menghitung dan mengecek. Beberapa kali saya harus menegur mereka dengan keras gegara sikap yang kurang tepat. Contohnya ketika ada 1 kamar yang susah sekali dibangunkan gegara tivi nyala sampai azan subuh. Atau ketika ada 2 siswa yang antre beli makanan yang harus dimasak tatkala bus dan rombongan sudah siap berangkat. Pening pala cikgu. Mungkin kalau dicek pakai tensimeter, udah 140mmHG kali ya. Intinya saya berusaha memastikan mereka baik-baik saja dan tidak salah perilaku.
Hari pertama di Malaysia kami mengunjungi KLCC Twin Tower, dan Jembatan Saloma. Malamnya kami menginap di Citin Hotel. Hari kedua kami mengunjungi Dataran Merdeka dan berfoto dengan latar Menara 118. Lanjut kami belajar berinteraksi dengan siswa 6th grade International School Shah Alam di Selangor. Lalu berlanjut ke Johor untuk menginap di Grand Sentosa Hotel. Hari ketiga, kami berkeliling Singapura melalui jalur darat sampai sore. Merlion Park, Marina By The Bay serta Universal Studio Singapore. Sorenya kami kembali ke Citin Hotel Kuala Lumpur. Hari keempat kami ke Batu Caves, Istana Negara dan membeli buah tangan di Putra Jaya. Tak lupa menyempatkan berkunjung ke Masjid Jamek Putra Jaya.
Sebenarnya apa tujuan ikut program ini? Jelas membentuk karakter mandiri dan tanggung jawab dengan level yang berbeda. Yang lebih utama adalah mengenalkan mereka kepada budaya dan karakter SDM di luar negeri. Wawasan siswa harus luas. Harapannya siswa tidak hanya menjadi warga desa tapi warga dunia. Melihat dunia dengan sudut pandang lebih lebar. Dan ketika mereka sudah melihat secara langsung dan real, mereka bisa memperbaiki pola pikir dan bercita-cita lebih tinggi.
Karena konsep sesungguhnya sebuah pendidikan Islam adalah mengasah diri lebih baik, lalu membentuk masyarakat muslim dan kemudian menjadi pemimpin dunia. Lalu, bagaimana keseruan selama perjalanan? Dan apa saja insight yang sudah didapatkan? Hm… Nantikan tulisan-tulisan saya di project buku selanjutnya. Ditulis selama perjalanan pulang dengan Batik Air 21 November 2024. (Neea Sweet)