Anak-Anak SDIT Berhasil Menghafal 30 Juz Al-Qur'an Tetap Dekat Bersama Orang Tuanya

Oleh: Moch. Edris Effendi, ST, M.PSDM ( Direktur Pendidikan Al Uswah Surabaya/ Ketua JSIT Jawa Timur )

Alhamdulillah, pada hari Sabtu ini, tanggal 26 April 2025 atau bertepatan dengan tanggal 27 Syawal 1446 H menjadi hari yang begitu istimewa bagi SDIT Al Uswah Surabaya, dimana ada 3 siswinya yang sudah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Hal ini menjadi momen bersejarah bagi salah satu sekolah dasar anggota JSIT di Jawa Timur karena pertama kalinya berhasil mengantarkan beberapa muridnya mampu menghafal Al-Qur’an ketika masih di jenjang SD. Tiga anak yang berhasil menyelesaikan hafalan ini bernama Quaneisha, Mallika, dan Hasna. Ketiganya merupakan siswi yang masih duduk di bangku kelas 5 SDIT Al Uswah Surabaya.

Para siswi penghafal Al-Qur’an tersebut adalah anak-anak yang mengikuti program takhosus di sekolah, program yang memberikan porsi lebih banyak dalam menghafal Al-Qur’an tanpa harus meninggalkan jam pelajaran di kelasnya. Mereka dibuatkan jadwal hafalan sehari 3 kali, selebihnya tetap mengikuti pelajaran di kelas sebagaimana teman-temannya yang lain. Program takhosus ini tidak hanya diselenggarakan di jenjang SD, tapi juga di SMPIT dan SMAIT Al Uswah Surabaya. Anak-anak yang sekolah di Al Uswah Surabaya bisa memilih program tahfidz reguler dengan target hafalan yang standar, atau memilih program akselerasi dengan target hafalan lebih banyak. Bahkan para siswa difasilitasi dengan adanya program takhosus yang targetnya adalah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Capaian ketiga anak ini menjadi sangat spesial bagi sekolah dan terutama bagi kedua orang tuanya. Karena orang tuanya tetap dapat membersamai sang buah hatinya yang berusaha menghafal ayat demi ayat saat di rumah. Mereka menghafalkan Al-Qur’an bukan hanya di sekolah, tapi saat pulang ke rumah di sore harinya juga berlanjut untuk menambah ataupun merawat hafalannya. Ini yang mungkin berbeda dengan sebagian lembaga pendidikan yang juga berhasil melahirkan siswa penghafal Al-Quran, dimana mereka menghafal dengan cara mukim (boarding) di sekolahnya. Mungkin orang tua tidak banyak tahu bagaimana proses menghafal yang sedang diupayakan oleh anaknya.

Menyimak kesan yang disampaikan oleh para orang tua pada acara seremonial di SDIT Al Uswah tadi menggambarkan begitu terharunya mereka menyaksikan sang buah hati berhasil menyelesaikan hafalan. Karena ayah bundanya tahu sendiri bagaimana anak-anak itu berusaha menghafalkan Al-Qur’an saat di rumah. Setiap ayat yang mereka bacakan berulang-ulang bukan hanya menyejukkan hati kedua orang tuanya, juga semakin menghadirkan keberkahan bagi rumah tempat tinggalnya. Sungguh, begitu bahagianya ketika memiliki anak-anak yang tiap hari dekat dengan Al-Qur’an. Apalagi jika mereka berhasil menghafalkan Kitabullah ini, insyaAllah impian mendapatkan mahkota di surga menjadi hal sangat dinantikan oleh tiap orang tua.

Insprirasi Guru Lainya