Berburu Harta Karun 100 Soal di ORBIT Siswa Kelas 6 SDIT Al Uswah Surabaya

Oleh: Poppi Irnawati, S. Si. (Guru SDIT Al Uswah Surabaya,)

Sebuah simulasi kecil menuju kesibukan yang akan dihadapi kelas 6 SDIT Al Uswah Surabaya, di semester 2 yang dikemas dengan konsep yang lebih menarik dan menantang. Seperti yang diketahui, bahwa di semester 2 tahun ajaran 2025/2026 ini  hanya menyisakan waktu efektif yang pendek. Sedangkan kegiatan dan jadwal ujian begitu padat. Mulai dari Safari Masjid nanti di bulan Ramadhan, Utaro (ujian tahfidz dan Adz Dzikro), ujian TKA, ujian praktek sampai ujian sekolah 11 mata pelajaran.

Kegiatan yang padat dan penuh ujian ini membutuhkan fokus dan konsentrasi siswa, selain itu juga butuh pengorbanan waktu, tenaga dan ketangguhan fisik agar tetap prima saat belajar.  Oleh karena itu di Orientasi Siswa Baru Naik Tingkat (ORBIT) kali ini kelas 6 membuat satu konsep acara yang berbeda sebagai satu uji coba  kesungguhan siswa menghadapi program kelas 6 sesungguhnya nanti, dengan membuat kegiatan bernama Berburu Harta Karun 100 Soal.

Setiap siswa wajib mengerjakan 100 soal yang berisi soal dasar matematika (tipe soal yang sederhana C1), soal bacaan sholat, dan contoh soal ujian utaro). Waktu mengerjakan dibagi menjadi 3 sesi. Agar tidak membosankan, 100 soal tersebut tidak ditampilkan dalam lembar soal jadi satu seperti kertas ujian, namun soal siap dibagi menjadi potongan kertas kecil-kecil dan disebar di banyak titik di area sekolah, dari selasar bawah kelas 2, selasar kelas 3, kelas 4, kelas 6 sampai Hall atas, dengan tujuan agar siswa bergerak dan mencari sendiri soal.

Soal bisa dikerjakan secara acak tidak harus sesuai nomer urut. Siswa bisa mengatur strategi dengan mengerjakan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu.  Setiap 2 soal yang sudah dikerjakan, harus disetorkan terlebih dulu kepada asisten. Nah disini uniknya, ada siswa yang berperan menjadi guru yang akan mengoreksi hasil kerjaan siswa lainnya, guru-guru cilik ini disebut asisten. Asisten ada 2, yaitu asisten matematika dan asisten al quran. Jumlah 15 orang. Mereka adalah siswa siswa terpilih yang tentunya sudah mengerjakan 100 soal pada hari sebelumnya, sehingga bisa membantu mengoreksi jawaban temannya, lalu menuliskan di kartu kendali.

 Dengan program ini siswa diharapkan mampu mendapatkan 3 hal : olah rasa, olah pikir, olah raga. Olah rasa, siswa belajar tentang perjuangan (dengan berusaha mencari soal), sabar (menunggu antrian asistensi),  dan menyalin angka ke buku), kuat mental (bekerja di bawah tekanan, berusaha walau jauh tertinggal), mau untuk menjaga kejujuran (mengerjakan sendiri, tidak mencontek), tangguh (tidak menyerah dan tidak mudah mengeluh)

Olah pikir, siswa latihan soal matematika dasar, juga latihan mengatur strategi dan waktu (mengerjakan soal yang gampang dahulu dan soal yang dekat),belajar fokus dan ketelitian (kemampuan membaca soal dalam kondisi sulit). Olah raga, siswa tidak diam, tapi melatih kekuatan kakinya dengan berjalan dan bergerak kesana kemari, naik turun mencari soal dan asistensi.

Lelah mungkin iya, capek, letih. Itu yang dirasa. Tapi justru itulah yang ingin disampaikan dari simulasi ini, bahwa begitulah yang akan dihadapi jika tugas atau belajar ditumpuk diakhir akhir. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan siswa menyadari bahwa kewajiban mereka nantinya akan lebih banyak dibandingkan waktu yang ada, mereka diharapkan sadar akan hal tersebut, sadar bahwa kerjaan yang menumpuk di belakang akan lebih menyusahkan. Siswa diharapkan bersedia secara mandiri dan inisiatif untuk mau lebih keras lagi untuk belajar, mau lebih tangguh dan berusaha, bersedia mengorbankan sedikit jam main dan santainya atau bahkan mengikis rasa malasnya.

Alhamdulillah, hal yang tidak terduga, ternyata siswa antusias menerima tantangan ini, bahkan mereka saling menyemangati, saat jam istirahat bahkan ada yang mau belajar, ada inisiatif dan muncul sikap merasa butuh akan ilmu. Di akhir kegiatan, tentu saja ada reward yang akan didapatkan oleh siswa yang selesai 100 soal, yaitu mendapat jam bermain bebas di waktu tertentu, dan ikut ice cream party. Keberhasilan itu hanya bagi mereka yang berusaha, bukan yang bermalas malasan. Yuk, siap sambut keseruan di semester 2

Insprirasi Guru Lainya