Family BPI Challenge 2026 SDIT Al Uswah Surabaya, 3X Berkumpul. 1 Keluarga Bertumbuh .

Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Waka Kesiswaan SDIT Al Uswah Surabaya)

Kapan terakhir kali Ayah, Bunda, dan anak-anak benar-benar duduk bersama tanpa terburu-buru? Bukan sekadar makan bersama. Bukan sekadar berada di rumah yang sama. Tetapi benar-benar hadir, berbicara, mendengar, dan saling menguatkan. Di tengah kesibukan keluarga hari ini, waktu bersama sering kali menjadi sesuatu yang kita tunggu-tunggu, tetapi justru paling mudah kita lewatkan.

Anak sibuk dengan sekolah dan aktivitasnya. Ayah dengan pekerjaan. Bunda dengan berbagai urusan rumah dan keluarga. Hari berganti hari, hingga tanpa sadar, kita lebih sering mengetahui aktivitas anak dari laporan sekolah, chat, atau cerita singkat sebelum tidur. Padahal, rumah adalah tempat pertama anak belajar tentang kehidupan.

Di sanalah anak belajar bagaimana berbicara, mendengarkan, menyelesaikan masalah, mengenal tanggung jawab, memahami agama, dan merasakan bahwa dirinya dicintai. Karena itu, tarbiyah tidak cukup hanya berlangsung di sekolah. Tarbiyah perlu menemukan rumahnya.

Melalui Family BPI Challenge 2026, SDIT Al Uswah Surabaya mengajak keluarga Al Uswah menyediakan waktu setidaknya tiga kali selama bulan Oktober untuk kembali membangun ruang kebersamaan itu.

Tidak harus dengan acara yang rumit. Bisa dengan duduk bersama dan mengevaluasi ibadah. Bisa dengan Ayah menyampaikan nasihat sederhana. Bisa dengan saling bercerita tentang apa yang sedang dirasakan. Bisa pula sambil makan, minum teh, atau melakukan aktivitas ringan bersama. Sebab yang sedang kita bangun bukan sekadar agenda keluarga. Yang sedang kita bangun adalah kebiasaan untuk saling terhubung.

Dan mungkin, suatu hari nanti ketika anak-anak kita tumbuh dewasa, mereka tidak akan mengingat semua nasihat yang pernah kita sampaikan. Tetapi mereka akan mengingat:

“Dulu, Ayah dan Bunda selalu punya waktu untuk mendengarkanku.”

“Dulu, kami sering duduk bersama.”

“Dulu, rumah terasa menjadi tempat untuk pulang.”

Itulah mengapa Family BPI bukan tentang keluarga yang sempurna. Ini tentang keluarga yang mau bertumbuh. Tidak perlu menunggu rumah menjadi tenang. Tidak perlu menunggu semua anggota keluarga punya waktu luang. Tidak perlu menunggu menjadi orang tua yang sempurna. Mulailah dari yang sederhana. Mulailah dari meluangkan waktu. Karena anak-anak tidak hanya membutuhkan sekolah yang baik. Mereka juga membutuhkan rumah yang hidup dengan nilai-nilai kebaikan.

Mari hadirkan kembali ruang itu. 3x berkumpul. 1 keluarga bertumbuh. Karena pada akhirnya, pendidikan terbaik tidak berhenti ketika anak pulang sekolah. Pendidikan terus berlangsung ketika pintu rumah dibuka. Tarbiyah dimulai dari rumah.

Insprirasi Guru Lainya