Inspiratif, Murid Kelas 1 SDIT Al Uswah Surabaya Sudah Tuntaskan Hafalan Juz 30
Oleh: Hasanudin, S.Pd (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Semangat menghafal Al-Qur’an dapat tumbuh sejak usia dini apabila dibangun melalui pembelajaran yang terarah, konsisten, dan sesuai dengan kemampuan anak. Hal tersebut terlihat dari capaian Agsaina Yasmin Almahyra, atau yang akrab disapa Yasmin, siswa kelas 1C SDIT Al Uswah Surabaya yang berhasil menuntaskan hafalan juz 30 dalam waktu relatif singkat.
Pada Jumat, 4 September 2026, Yasmin mengikuti proses sertifikasi tahfidh juz 30 dengan penguji dari guru Al-Qur’an SDIT Al Uswah Surabaya. Pencapaian ini menjadi hal yang menarik karena Yasmin masih duduk di kelas 1 dan baru sekitar dua bulan mengikuti pembelajaran tahfidh, namun telah mampu menyelesaikan hafalan dari Surah An-Naba’ hingga Surah An-Nas.
Proses pencapaian tersebut tidak berlangsung secara instan. Hafalan Yasmin dibangun secara bertahap melalui pembelajaran tahfidh di sekolah. Ia memulai dengan menghafalkan ayat demi ayat pada jam tahfidh. Setelah menyelesaikan satu surah, dilakukan tes kenaikan untuk memastikan hafalan tersebut benar-benar dikuasai sebelum melanjutkan ke surah berikutnya.
Tahapan evaluasi kemudian berlanjut secara bertahap. Setelah menyelesaikan hafalan beberapa surah, siswa mengikuti tes hafalan per setengah juz. Setelah seluruh juz 30 selesai dihafalkan, dilakukan tes secara penuh dari Surah An-Naba’ sampai Surah An-Nas. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa hafalan tidak hanya selesai secara kuantitas, tetapi juga kuat dan dapat dipertanggungjawabkan ketika diuji.
Dalam proses sertifikasi, kemampuan hafalan Yasmin diuji secara acak pada Juz 30. Model pengujian seperti ini menjadi salah satu bentuk untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menjaga hafalannya, karena siswa tidak hanya mengandalkan urutan hafalan dari awal hingga akhir, tetapi harus mampu melanjutkan bacaan dari bagian yang ditentukan oleh penguji.
Setelah melalui tahapan pembelajaran dan evaluasi tersebut, Yasmin mengikuti uji publik sertifikasi tahfidh yang disaksikan oleh orang tua melalui Zoom. Kehadiran orang tua dalam proses tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap perjuangan anak dalam menghafalkan Al-Qur’an.
Allah Swt. berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)
Ayat tersebut memberikan optimisme bahwa Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an. Tentu, kemudahan tersebut perlu diiringi dengan ikhtiar, pembiasaan, pendampingan, dan kesungguhan dalam belajar.
Pencapaian Yasmin menjadi salah satu contoh bahwa usia bukan penghalang untuk mulai dekat dengan Al-Qur’an. Dengan pembelajaran yang terarah dan dukungan dari guru serta orang tua, anak-anak dapat tumbuh bersama Al-Qur’an sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan masing-masing.
Lebih dari sekadar capaian hafalan satu juz, proses yang dilalui Yasmin juga mengajarkan pentingnya konsistensi dan ketekunan. Hafalan yang diperoleh perlu terus dijaga melalui murojaah agar tetap kuat dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafalkan Al-Qur’an. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda, sehingga yang terpenting bukan sekadar siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana setiap siswa dapat terus bertumbuh, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga hafalannya dengan baik.
Semoga capaian Yasmin menjadi awal dari perjalanan panjang bersama Al-Qur’an. Semoga hafalan Juz 30 yang telah diraih dapat terus dijaga, ditingkatkan, dan menjadi bekal untuk melanjutkan hafalan pada juz-juz berikutnya. Barakallahu fiik, Yasmin. Semoga semakin cinta Al-Qur’an dan istiqamah menjaganya.
Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/