Kegiatan Superclass, Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Berpikir Kreatif
Oleh: Nurul Makrifah, S.Pd (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)
Sesi 1: Membaca Kritis
Kegiatan ini disampaikan oleh Bu Rika Haryani, M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa langkah awal dalam membaca kritis adalah membuat ADIK SIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana), tanpa harus memahami isi teks secara detail terlebih dahulu.
Setelah itu, barulah siswa membaca isi teks secara menyeluruh. Proses membaca ini dilanjutkan dengan mengaitkan isi teks dengan pengalaman pribadi siswa. Kegiatan ini membantu siswa menghubungkan bacaan dengan realitas yang mereka alami, sehingga pemahaman menjadi lebih bermakna.
Di akhir sesi, siswa diminta membagikan pengalamannya di depan teman-teman. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan membaca kritis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum.
Sesi 2: Teknik Membaca Cepat
Pada sesi kedua, pemateri menjelaskan bahwa fokus mata manusia tidak hanya tertuju pada satu objek, tetapi juga dapat mencakup beberapa objek sekaligus. Dalam teknik membaca cepat, fokus diarahkan ke bagian tengah kata sehingga bagian depan dan belakang kata akan otomatis terbaca.
Terdapat dua metode membaca cepat:
Skimming, yaitu teknik membaca melompat-lompat dari satu bagian ke bagian lainnya untuk menemukan ide pokok tanpa membaca kata demi kata.
Scanning, yaitu teknik membaca untuk mendapatkan informasi spesifik secara cepat dan akurat.
Pemateri membagikan enam tips melakukan skimming:
1. Perhatikan ide utama melalui judul dan subjudul.
2. Tidak perlu membaca kata demi kata.
3. Simak paragraf akhir yang biasanya berisi kesimpulan.
4. Berhenti sejenak setelah membaca cepat untuk memahami tulisan.
5. Baca ringkasan bab jika tersedia.
6. Perhatikan ilustrasi dan infografis terlebih dahulu untuk memudahkan pemahaman.
Sesi 3: Membuat Mind Mapping
Sesi terakhir membahas keterampilan membuat mind mapping atau peta pikiran. Pemateri menjelaskan lima tahapan membuat mind mapping yang efektif:
1. Letakkan ide utama di tengah menggunakan gambar dan kata kunci.
2. Buat minimal empat cabang utama dari ide tersebut.
3. Setiap cabang utama memiliki minimal dua cabang kecil.
4. Gunakan warna berbeda untuk setiap cabang utama agar lebih mudah dibaca.
5. Tambahkan minimal satu gambar di setiap cabang utama.
Kegiatan ini membantu siswa menyusun ide secara terstruktur dan visual, sehingga mempermudah proses memahami dan mengingat informasi.
Penutup
Melalui ketiga sesi ini, siswa tidak hanya belajar memahami bacaan secara kritis, tetapi juga mengasah keterampilan membaca cepat serta memvisualisasikan ide secara kreatif. Kegiatan Superclass menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa.