Keistimewaan Bulan Sya'ban yang banyak Dilalaikan

Oleh: Mondzir Al Hasani, M.HI (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)

Rata-rata Manusia lebih memilih jumlah yang banyak dari pada kualitas yang sedikit. Selain manusia yang memang kecenderungannya kuantitas dari pada kualitas, sebuah amal yang berkualitas lebih sulit dibanding hanya mengejar angka. Orang yang sholat malam dengan 23 rakaat semalam dalam sepekan lebih mudah dari pada sholat sunnah 2 rakaat setiap malam dalam sepekan. Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan dalam sebuah hadits.


أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ رواه البخاري ومُسلم  

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” HR. Bukhori, (6464) dan Muslim, (783)

Hadits di atas menjadi bukti bahwa sebuah amal yang yang dilakukan dengan terus menerus walaupun sedikit lebih baik dari pada yang jumlahnya banyak namun tidak dilakukan secara istiqamah. Contoh lain bahwa manusia itu lebih cenderung kuantitas dari pada kualitas adalah bersedekah di hari jumah lebih disenangi dan jumlahnya lebih banyak dari pada bersedekah di hari yang lain karena berkeyakinan bahwa sedekah di hari jumah pahalanya lebih besar.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak di antara 2 bulan yang mulia dan utama sehingga bulan sya’ban menjadi bulan yang dilalaikan oleh sebagian manusia karena lebih memilih bulan rajab dan bulan ramadhan untuk dimaksimalkan. Padahal Rasulullah saw justru semakin memaksimalkan bulan sya’ban karena beberapa alasan. Di antaranya beliau senang menghidupkan dan memaksimalkan ibadah di bulan Sya’ban karena termasuk bulan yang dilalaikan oleh manusia sebagaimana pertanyaan sahabat Usamah ibn Zaid kepada Rasulullah saw:

يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Wahai Rasul, saya tidak pernah melihat anda berpuasa di antara bulan-bulan sebagaimana anda melakukan puasa pada bulan Sya’ban. Kemudian Rasulullah menjawab, ‘Sya’ban itu merupakan bulan yang dilupakan banyak manusia karena letaknya antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu, amal-amal dilaporkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Aku suka jika amalku dilaporkan sedang aku dalam keadaan berpuasa’.”  (HR. Imam an-Nasa’i No. 2357)

Selain hadits ini menjelaskan tentang alasan Rasulullah senang berpuasa di bulan sya’ban karena dilalaikan kebanyakan manusia juga karena bulan sya’ban ini adalah bulan diangkatnya catatan amalan manusia sehingga berpuasa pada bulan sya’ban akan menyempurnakan akhir catatan manusia sebelum diangkat. Sikap Rasulullah saw pada bulan sya’ban ini juga disampaikan oleh Aisyah r.a di dalam hadits

 لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّه

“Nabi Muhammad tidak pernah melakukan puasa bulanan (selain Ramadhan) lebih banyak dari pada bulan Sya’ban. Sesungguhnya beliau puasa sebulan penuh”. (Muttafaq alaih)

Di hadits yang lain yang juga diriwayatkan oleh Aisyah dijelaskan bahwa Rasulullah saw berpuasa satu bulan penuh hanya di bulan Ramadhan dan di bulan Sya’ban Rasulullah berpuasa lebih banyak dibanding bulan-bulan yang lain.

 فَعَنْ عَائِشَةَ ـ رضي الله عنها ـ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَاماً فِي شَعْبَانَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Aisyah beliau berkata “saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dari bulan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu bulan Sya’ban adalah bulan dialihkannya arah kiblat yang sebelumnya selama 17 bulan menghadap ke masjid al-Aqsa di Palestina beralih ke ka’bah di Mekkah. Oleh karena itu ulama-ulama salaf memulai memperbanyak tilawah di bulan sya’ban sebagaimana yang disampaikan Salamah ibn Kuhail “Bulan Sya’ban adalah bulannya pembaca al-Qur’an”. Semoga kita bisa memaksimalkan bulan Sya’ban dengan tilawah al-Qur’an sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Insprirasi Guru Lainya