Lestari Alamku, Serunya Membuat Apotek Hidup bersama Guru Tamu

Oleh: Isyana Prasasti, S.Si (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)

Seluruh siswa kelas 3 berkumpul penuh semangat, siap untuk belajar langsung dari ahlinya. Mereka akan belajar di luar kelas, tepatnya di halaman sekolah. Dengan bimbingan seorang guru tamu Bunda Ari Hardini, S.T., M.M., para siswa diajak untuk mengenal, menanam, merawat, hingga memahami manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program pembelajaran tematik berbasis proyek ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna bagi siswa. Tim kelas 3 SDIT Al Uwah Surabaya sengaja mengundang seorang praktisi yang ahli dalam bidang tanaman herbal di Surabaya untuk menjadi guru tamu.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama tanamannya dari buku, tapi mereka juga merasakan langsung bagaimana menanamnya, merawatnya setiap hari, dan kelak memetik hasilnya,” ujar ustazah Ida salah satu guru tematik kelas 3 saat membuka kegiatan tersebut. “Ini adalah bagian dari pendidikan karakter, menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan mensyukuri ciptaan Allah,” tambahnya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB setelah pelajaran tahfiz. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, masing-masing didampingi oleh wali kelas. Guru tamu, yang akrab disapa Bunda Ari, memulai sesi dengan pengenalan berbagai jenis TOGA yang bibitnya telah disiapkan. Dengan sabar dan interaktif, ia menjelaskan ciri-ciri dan khasiat dari setiap tanaman, seperti jahe, kunyit, kencur, sereh, dan temulawak.

“Siapa yang tahu, kalau batuk bisa minum air perasan apa?” tanya Bunda Ari yang langsung disambut acungan tangan para siswa. “Kencur!” jawab salah seorang siswa dengan lantang.

Setelah sesi pengenalan, para siswa diajak untuk praktik menanam. Dengan antusias, mereka mengisi polybag dengan campuran tanah dan pupuk kompos yang sudah disediakan. Tangan-tangan mungil mereka kemudian dengan hati-hati memindahkan bibit TOGA ke dalam polybag. Tawa dan celoteh riang terdengar selama proses tersebut, menunjukkan betapa mereka menikmati pengalaman belajar baru ini.

Para siswa tidak hanya belajar menanam. Mereka juga diberi pemahaman tentang cara merawat tanaman, mulai dari pentingnya penyiraman secara teratur hingga perlunya sinar matahari yang cukup. Setiap kelompok diberi tanggung jawab untuk merawat beberapa tanaman yang telah mereka tanam.

Proyek pembelajaran ini tidak berhenti pada menanam dan merawat. Direncanakan dalam beberapa bulan ke depan, para siswa akan memanen sendiri hasil tanaman mereka. Hasil panen tersebut nantinya akan diolah menjadi produk sederhana, seperti minuman herbal atau jamu. Di akhir sesi, seluruh siswa kelas 3 menikmati minuman sinom salah satu olahan dari TOGA yang mengandung kunyit, daun sinom, dan bahan alami lainnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang botani dan manfaat tanaman obat. Lebih dari itu, mereka belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Pengalaman belajar di luar kelas ini terbukti efektif untuk menstimulasi rasa ingin tahu dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan belajar bersama guru tamu ini menjadi bukti komitmen SDIT Al Uswah Surabaya dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Para siswa kini memiliki “apotek hidup” mini di sekolah, sebuah laboratorium alam yang akan terus memberikan pelajaran berharga bagi mereka.

Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/

Insprirasi Guru Lainya