Lewat KARATE Siswa 4 SDIT Al Uswah Surabaya Memahami Indonesia Lewat Gerak Tari
Oleh: Evi Muhlisah, S.S. (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Gemuruh tepuk tangan menggema di Atrium Royal Plaza Surabaya pada hari Sabtu 9 Mei 2026. Sebanyak 82 siswa kelas 4 SDIT Al Uswah Surabaya sukses menggelar Projek Semester 2 bertajuk KARATE atau Keragaman Tarian Adat. Kegiatan berlangsung pukul 13.00 – 15.30 ini bertujuan untuk mengajarkan siswa Memahami Indonesia Lewat Gerak Tari.
Kegiatan ini bukan sekadar pentas seni. Sesuai tujuan projek, seluruh siswa kelas 4 diajak menyelami dan memahami langsung keragaman budaya, suku, agama, dan ras di Indonesia. Melalui tarian, anak-anak belajar bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan pemisah. Nilai Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dihidupkan di atas panggung.Aksi Memukau di Depan Khalayak.
Dengan balutan busana adat yang warna-warni, para siswa menampilkan performance tarian daerah yang memukau. Dari hentakan Tari Seudati dan Bungong jeumpa Aceh, Tari Zapin yang gemulai dari tanah Melayu hingga kelompok Giring-giring dari tanah Borneo, hingga Tari Jaranan dari Jawa serta tarian – semua dibawakan penuh percaya diri. Penampilan mereka berhasil menyedot perhatian pengunjung mall yang berhenti sejenak untuk menyaksikan dan mengabadikan momen.Tak hanya pengunjung, para orang tua kelas 4 yang hadir pun tak kuasa menahan haru dan bangga. “Awalnya anak saya malu pakai baju adat, sekarang dia yang minta tampil paling depan. Ternyata belajar budaya bisa semenyenangkan ini,” ujar salah satu wali murid sambil merekam video.Apresiasi untuk Tim Hebat.
Waka Kurikulum SDIT Al Uswah Surabaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. “KARATE membuktikan bahwa anak-anak kita mampu menjadi duta budaya cilik. Terima kasih untuk guru pendamping, panitia, dan orang tua yang sudah total mendukung. Inilah wajah pendidikan yang memerdekakan sekaligus mengakar pada budaya bangsa.Acara ditutup dengan senam Anak Indonesia Hebat seluruh penari dan guru secara kompak melakukan gerak senam ini, dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari setiap kelas.
Melalui observasi dan refleksi pasca-kegiatan, seluruh siswa kelas 4 menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan tentang keragaman Indonesia. Mereka mampu menyebutkan asal tarian, makna gerakan, hingga menceritakan pesan toleransi di baliknya. Target 100% tercapai. KARATE bukan akhir, melainkan awal dari generasi yang mencintai budayanya sendiri.
Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/