Projek JENAKA SD Al Uswah 2 Surabaya, Integrasi Asik Matematika dan Karya Seni
Oleh: Ummul Jazilah, S.Pd. (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya,)
Proyek kelas 3 SD Al Uswah 2 Surabaya yang bernama “JENAKA (Jejahit Mengukur Kain Flanel)” telah dilaksanakan selama satu minggu dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 3 dengan penuh antusias pada Bulan Februari lalu. Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran matematika, khususnya materi pengukuran panjang dan bangun datar, dengan keterampilan praktik menjahit sederhana sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pengenalan proyek JENAKA serta penjelasan tujuan dan alur kegiatan selama satu minggu. Siswa mengulas kembali materi pengukuran panjang menggunakan penggaris serta mengenali kembali konsep bangun datar persegi dan persegi panjang. Setelah itu, mereka mulai menghitung ukuran yang akan digunakan dan menggambar pola sesuai hasil perhitungan masing-masing. Anak-anak terlihat bersemangat karena menyadari bahwa matematika yang dipelajari akan langsung digunakan dalam sebuah karya nyata.
Pada hari kedua, siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti kain flanel, benang, jarum, gunting, penggaris, pensil, serta dakron sebagai isi. Guru memberikan arahan tentang cara menggunakan alat dengan aman dan tertib. Siswa juga memeriksa kembali ukuran pola yang telah dibuat agar sesuai dengan perhitungan sebelumnya. Kegiatan ini melatih tanggung jawab, kerapian, dan kesiapan sebelum memulai proses pembuatan karya.
Pada hari ketiga, siswa mulai menggunting kain flanel sesuai pola persegi dan persegi panjang yang telah digambar. Mereka berlatih menggunting dengan hati-hati mengikuti garis pola agar hasilnya rapi dan presisi. Ketelitian sangat ditekankan pada tahap ini karena hasil guntingan akan memengaruhi proses menjahit selanjutnya. Anak-anak belajar bahwa ketepatan ukuran dalam matematika benar-benar berpengaruh pada hasil akhir karya mereka.
Pada hari keempat, siswa mempraktikkan keterampilan menjahit menggunakan tusuk sederhana. Mereka belajar memasukkan benang ke dalam jarum, mengikat ujung benang, lalu menyatukan dua bagian kain flanel dengan rapi dan sabar. Setelah hampir seluruh sisi terjahit, siswa mengisi bagian dalam kain dengan dakron hingga berbentuk dan terasa empuk, kemudian menutup jahitan dengan hati-hati. Proses ini melatih kesabaran, koordinasi motorik halus, serta ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi presentasi hasil karya. Setiap siswa menunjukkan dan menceritakan proses pembuatan serta ukuran bangun datar yang digunakan dalam karyanya. Anak-anak tampak bangga dan percaya diri saat memaparkan hasil kerja mereka di depan teman-teman. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bahwa matematika dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui karya kreatif.
Secara keseluruhan, proyek JENAKA berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep pengukuran dan bangun datar secara teori, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses berkarya. Diharapkan melalui proyek ini, siswa kelas 3 semakin teliti, kreatif, sabar, dan percaya diri dalam setiap proses belajar dan karya yang dihasilkan. Terus semangat belajar dan berkarya, anak-anak hebat!
Sumber: sd2.aluswahsby.sch.id