Ujian Tak Terduga di Atas Panggung: Keteguhan Hafalan Adzkia Warnai Pelepasan Laskar Limolas
Oleh: Admin Humas (SMPIT Al Uswah Surabaya,)
Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Auditorium PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) pada Sabtu, 6 Juni 2026, saat SMPIT Al Uswah Surabaya menggelar acara pelepasan siswa kelas IX Angkatan XV, Laskar Limolas. Berbagai rangkaian acara berlangsung khidmat dan berkesan, namun ada satu momen yang berhasil mencuri perhatian seluruh hadirin dan menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
Salah satu agenda istimewa dalam kegiatan pelepasan tersebut adalah uji publik hafalan Al-Qur’an, sebuah sesi yang menampilkan capaian para siswa dalam program tahfiz dan takhassus selama menempuh pendidikan di SMPIT Al Uswah. Di atas panggung, para siswa diuji secara langsung oleh para pembina program takhassus, di antaranya Ustadz Anang Hidayanto dan Ustadz Edris Efendi.
Ketika giliran Ananda Adzkia Rosyidah berada di atas panggung, suasana yang semula berjalan sebagaimana biasa tiba-tiba berubah menjadi lebih menegangkan. Tanpa diduga sebelumnya, Ustadz Edris Efendi selaku Direktur Pendidikan Al Uswah mengajukan diri untuk menguji langsung putrinya sendiri di hadapan seluruh hadirin.
Seketika perhatian ruangan tertuju kepada keduanya. Adzkia tampak sedikit terkejut. Barangkali ia tidak menyangka bahwa sosok yang akan mengujinya bukan hanya seorang penguji, tetapi juga ayah yang selama ini menyaksikan perjalanan panjang hafalannya dari dekat.
Dengan tenang, Ustadz Edris membacakan potongan ayat Al-Qur’an dan meminta Adzkia untuk melanjutkannya. Saat itu, suasana auditorium seolah menahan napas. Para guru, orang tua, dan tamu undangan mengikuti setiap detik dengan penuh perhatian. Ketegangan perlahan terasa di antara para hadirin. Sebagian guru mengaku cemas dan khawatir jika tekanan suasana panggung serta ujian dari ayahnya sendiri akan membuat Adzkia kehilangan konsentrasi.
Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna.
Meski sempat berhenti sejenak pada salah satu bagian ayat, Adzkia menunjukkan ketenangan dan keteguhan yang mengagumkan. Dengan penuh keyakinan, ia berhasil melanjutkan ayat yang dibacakan ayahnya hingga tuntas dengan baik. Tepuk tangan dan senyum lega pun mengalir dari berbagai penjuru ruangan. Momen tersebut bukan sekadar keberhasilan menjawab sebuah ujian hafalan, melainkan gambaran indah tentang buah dari proses pendidikan yang panjang, kesungguhan dalam menjaga Al-Qur’an, dan dukungan keluarga yang senantiasa menyertai.
Peristiwa itu menjadi salah satu titik paling berkesan dalam acara pelepasan Laskar Limolas. Sebuah momen yang mempertemukan peran seorang ayah, pendidik, dan pemimpin pendidikan dalam satu panggung yang sama. Di sisi lain, momen tersebut juga menunjukkan keberanian seorang anak untuk membuktikan hasil perjuangannya di hadapan orang yang paling memahami perjalanan belajarnya.
Pelepasan Angkatan XV bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di bangku SMP. Ia juga menjadi panggung yang memperlihatkan tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an. Dan pada hari itu, melalui keteguhan Adzkia Rosyidah di atas panggung, seluruh hadirin kembali diingatkan bahwa setiap ayat yang dijaga dengan kesungguhan akan melahirkan keberanian, ketenangan, dan kemuliaan bagi penjaganya.
Sumber: https://smpit.aluswahsby.sch.id/