Tata Surya
Oleh : Shinta Sutji Rachmawati
Tanggal : 22 September 2021
Siang itu saya dan anak-anak belajar bersama di kelas kami yang sejuk.
Kami bersiap untuk mata pelajaran IPA yaitu tentang Tata Surya. Karena materi
sudah selesai, kami me-review kembali
materi dengan tebakan dengan menyebutkan ciri khas masing-masing benda-benda
langit kemudian menonton video tata surya di Youtube menggunakan LCD proyektor.
Kami melihat video tentang perbandingan ukuran benda-benda
langit, mulai dari diameter bulan yang kecil, kemudian bergeser ke diameter
planet lainnya, sampai dengan diameter matahari. Video itu sengaja saya
hentikan untuk melihat ekspresi wajah mereka, Ternyata ekspresinya masih biasa
saja. Durasi video itu masih menunjukkan seperempat dari video keseluruhan.
“Ini masih bintang yang terkecil ya, Nak!” ujarku.
Kemudian kami
lanjutkan menonton video tersebut sampai pada Bintang VY Canis Majori. Saya hentikan
video sampai disini. Ada beberapa anak yang mulai terpana dan tertunduk.
“Apa yang kalian pikirkan ketika melihat video ini?”tanyaku.
Anak-anak sholih itu menganggakat tangan. Ada yang
mengangkat dengan malu-malu. ada yang masih tertegun dengan video tadi.
Kemudian Pasha menyampaikan sesuatu, “ Aku
membayangkan kalau kiamat nanti
bagaimana ya Ustadzah?”
Mujahid pun menyahut, “Allah itu Maha Besar ya,
Ustadzah. Ciptaan-Nya sebesar itu.”
Aisyah menimpali dengan suaranya yang lirih dan mata
berkaca-kaca,“Kita itu seperti titik yang nggak berarti.”
Ketika Aiyah berkata demikian, teman-temannya ikut
manggut-manggut.
Untuk beberapa saat, kelas kami hening sejenak dengan
pikiran masing-masing yang terlintas dalam pikiran mereka. Video pun kami
lanjutkan. Mereka tambah terpana dengan galaksi, cosmic, universe, multiverse.
Ah Nak, ketika belajarmu di sekolah tidak hanya
tempat untuk mentransfer ilmu dan mendalami ilmu pengetahuan saja. Tapi ilmu
sebagai pengenal engkau kepada Rabb mu.
Semakin betambah keyakinanmu tentang adanya Sang Maha Pencipta. Disitulah
inti dari segala ilmu. Semoga kalian tetap istiqomah dan selalu menjadi padi
yang berisi di mananpun kalian berada.


