Meraih Energi Ibadah Di Bulan Ramadhan

Oleh: Admin (Al Uswah Surabaya)

Tidak terasa kita sudah berada di pertengan bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan kita dilatih bagaimana mengekang hawa nafsu. Selama sebulan kita kita didorong untuk banyak melakukan berbagai ibadah dan ketaatan. Puasa setiap hari. Sholat tarawih setiap malam. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Bersedekah dengan penuh semangat. Datang ke masjidpun menjadi kebiasaan. Semuanya hanya untuk satu tujuan. Agar kita meraih ridlo Allah dan ketinggian takwa.

Alangkah nikmat memang bersua dengan bulan Ramadhan. Ibadah begitu nikmat. Semuanya penuh semangat. Namun demikianlah Allah telah menjadikan Ramadhan hanya sebagai satu diantara dua belas bulan. Pasti Dia lebih tahu apa hikmah dibalik yang demikian itu. Barangkali saja jika semua bulan adalah Ramadhan maka kita tidak lagi akan mengistimewakannya. Bukankah sesuatu yang istimewa itu biasanya tidak banyak?

Ramadhan memang hanya satu diantara dua belas bulan. Namun tidakkah kita tahu bahwa yang sedikit itu sebetulnya memiliki energi yang besar? Ya. Energi Ramadhan amatlah besar, hingga tak akan habis untuk kita pakai selama sebelas bulan ke depan. Kita mengumpulkan berbagai energi kebaikan di bulan Ramadhan ini. Energi shalat, energi membaca Al-Qur’an, energi peduli dan bersedekah, energi datang ke masjid, dan berbagai energi kebaikan lainnya. Selepas bulan Ramadhan nanti kita akan menggunakan berbagai energi tersebut sepanjang bulan-bulan selanjutnya.

Selama Ramadhan kita bisa shalat lima waktu tanpa ada bolong-bolongnya, kita rajin membaca Al-Qur’an, kita gemar bebagi dan bersedekah, dan kita mudah melkasnakan ibadah-ibadah lain dengan mudah. Maka kita berkata pada diri sendiri ”Jika selama Ramadhan kita bisa, selepas Ramadhan pun kita pasti bisa.” Sekarang tinggal metata niat dan tekad kita. Kita berjanji kepada diri sendiri bahwa kita akan memelihara ketaatan kita selama bulan Ramadhan pada sebelas bulan berikutnya. Ketika kita bisa bersikap demikian, ketika itu pula Ramadhan akan menjadi benar-benar bermakna bagi kita. Ramadhan akan hidup dalam diri kita.

Insprirasi Guru Lainya