Bertaubat Di Bulan Yang terbaik

Oleh: Mondzir Al Hasani, M.HI (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)

Sebagai manusia tentu kita tidak bisa terlepas dari jebakan dosa. Baik itu dosa yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari. Baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Padahal kita tahu bahwa dosa itu adalah racun yang sangat berbahaya dan akan menjauhkan diri kita dari hidayah Allah dan apabila dosa itu secara terus-menerus kita lakukan maka akan menjadi penyakit yang sangat berbahya yang kita sebut sebagai penyakit kecanduan. Dosa kecanduan ini akan semakin kuat dengan adanya pengulangan pada dosa yang sama sehingga semakin menguatnya dosa ini akan sangat sulit bagi kita untuk sembuh kecuali dengan kesunngguhan untuk memutuskan dan menghentikannya.

Oleh karena itu Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat. Salah satu nikmat agung yang Allah berikan kepada kita sebagai hambanya adalah kesempatan untuk bertaubat dan Allah membuka pintu taubat itu selebar-lebarnya bagi kita yang mau bertaubat.

Bagi kita yang sudah melakukan dosa penawarnya adalah bertaubat sebagaimana api penawarnya adalah air. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadisnya

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَذَنْبَ لَهُ  (أَخْرَجَهُ إِبْنُ مَاجَةَ 4250)

Orang yang taubat dari dosa maka dia seperti tidak memiliki dosa

Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang bertaubat dari dosanya kemudian menyesalinya, berusaha untuk tidak akan mengulanginya serta menggantinya dengan amal-amal baik lainnya sehingga Allah mengampuni dosanya dan membebaskan dari siksa dan adzabnya. Setiap Manusia adalah pendosa, dan sebaik-baiknya pendosa adalah pendosa yang bertaubat. Senada dengan hadis Nabi

كُلُّ ابْنِ أدَمَ خَطَّاءٌ, وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ 2499)

Setiap manusia berbuat dosa dan sebaik-baiknya orang yang pendosa adalah orang yang banyak taubatnya.

Bertaubat adalah perbuatan yang mutlak harus kita lakukan sebagai bentuk kesadaran atas ketidakmampuan dan kelemahan kita dalam menjauhi larangan-larangan Allah. Maka dari itulah Allah memerintahkan kita untuk bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya. Sebagaimana yang Allah firmankan di dalam surat at-Tahrim ayat 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

 Ayat ini memberikan berita gembira bagi kita yang pernah melakukan dosa besar apapun agar kita tetap berharap kepada Allah untuk menerima taubat dan permohonan maaf kita. Bahkan di ayat itu Allah menjanjikan akan menutupi keburukan-keburukan kita yang sudah kita kerjakan dan akan memasukkan kita ke dalam Surganya apabila kita bersunguh-sungguh dalam bertaubat.

Taubat yang sesungguhnya adalah taubat yang dibarengi dengan penyesalan dan keinginan kuat untuk tidak mengulanginya Kembali serta apabila dosa itu berkaitan dengan hak orang lain maka harus diganti atau diminta keikhlasannya.

Bertaubat tentunya tidak mengenal waktu, setiapkali kita melakukan kesalahan dan dosa seharusnya kita bersegera untuk bertaubat kepada Allah. Namun ketika kita diberikan kesempatan untuk hidup di bulan yang agung yaitu bulan Ramadhan maka tentu kita harus memaksimalkan taubat kita kepada Allah karena bulan Ramadhan selain dikenal bulan yang melipatkan pahala juga dikenal sebagai bulan pengampunan. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ رواه البخاري (38)، ومسلم (760)

barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap hanya kepada Allaah maka dosa-dosanya yang sudah dikerjakan diampuni.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Barangsiapa yang melakukan sholat malam di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap Ridha Allah maka dosanya akan diampuni

Imam Nawawi menjelaskan terkait dosa yang diampuni adalah dosa-dosa kecil, dan apabila dosa-dosa kecilnya tidak ada maka dosa besarnya akan diringankan.

Sebagai bulan pengampunan maka seharusnya kita memperbanyak taubat di bulan Ramadhan dan memaksimalkan amal-amal baik di dalamnya, seperti puasa, memberi makan orang yang berpuasa, membaca al-Qur’an, sholat-sholat sunnah terutama sholat sunnah tarawih dan amal-amal baik lainnya dengan harapan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sebab hanya orang-orang yang lalai dengan amal-amal baik dan taubat saja yang dosanya masih tersisa setelah berpisah dengan bulan Ramadhan. Semoga kita semua senantiasa diberikan Taufiq oleh Allah untuk memaksimalkan bulan Ramadhan. Aamiin YRA…

Insprirasi Guru Lainya