The First Eight: Siaga Garuda SDIT Al Uswah Surabaya

Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Waka Kesiswaan SDIT Al Uswah Surabaya)

Mbledhos. Pecah, mungkin itu kata yang terlukis. Dua tahun mengawal proses penempuhan Siaga lanjut Garuda berakhir indah. Ujian Garuda ini pertama kali kami laksanakan sepanjang sejarah SDIT Al Uswah Surabaya. Ada dua pelatih yang hadir untuk menguji the first eight (delapan siswa yang pertama kali mengikuti ujian garuda). Adalah Kak Satria dan Kak Rifatul dari Kwarcab Surabaya. Dengan ramah beliau menguji sekaligus memberi semangat kepada siswa. Alhamdulillah, delapan siswa kami dinyatakan lulus. Mereka insyaallah akan mengikuti pengukuhan pada peringatan hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2024 mendatang.

Pramuka Garuda merupakan tingkatan tertinggi dalam setiap golongan pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega). Seorang anggota pramuka harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (sesuai dengan golongan pramuka) dan berhak untuk mengajukan menjadi seorang Pramuka Garuda. Siaga Garuda adalah tingkatan khusus yang bisa dicapai siswa SD dengan usia 7-10 tahun.

Syarat untuk menempuh Siaga Garuda adalah telah lulus Syarat Kecakapan Umum Siaga Mula Bantu dan Tata serta memperoleh minimal 5 Tanda Kecakapan Khusus. Siswa juga harus aktif mengikuti kegiatan kepramukaan seperti Pesta Siaga, Persari dan sebagainya. Lalu secara khusus karakter siswa akan dinilai oleh pembina Pramuka, orang tua dan masyarakat. Layak tidaknya secara karakter untuk menyandang gelar Garuda.  Harapannya seorang Pramuka Garuda adalah pribadi yang menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan dengan modal utama sikap dan perilaku yang mulia.

Mereka, 8 siswa kelas 5, memulai penempuhan Siaga sejak kelas 3. Normalnya sejak kelas 1. Namun karena pandemi, mereka baru mulai ber-SKU Siaga pada kelas 3. Sehingga dalam waktu setahun setengah, kebut-kebutan menyelesaikan SKU Siaga Mula Bantu Tata. Walaupun kebut-kebutan kami tidak asal memberikan TTD dan TKK ya. Semua pasti ada prosesnya. Tidak mudah. Karena pasti ada rasa bosan dan capek, gak selesai-selesai. Baik siswa maupun pembinanya. Pelan, rasa-rasa itu terkikis dan terus melanjutkan langkah.

Jangan tanya, kenapa kok hanya 8. Memang angka 8 sesuatu. Aslinya siswa yang ikut lebih dari 8. Entah berapa tepatnya. Lupa. Tapi karena seleksi alam, maka mengerucut jadi 8. Sekali lagi ga mudah untuk Istiqomah  Terima kasih secara khusus kepada kak Ghofar sudah begitu ngeyel dan keras kemauan untuk terus melanjutkan program Garuda ini. Terima kasih kepada segenap guru-guru dan pembina Pramuka yang sudah mendukung dan mendoakan para ananda. Satu langkah besar udah selesai, telah menanti langkah-langka berikutnya yang lebih amazing

Insprirasi Guru Lainya