Orangtua Siswa Bercerita: Akhlakul Karimah, Modal Utama

Oleh: Anisa Sulistyaningrum (Orangtua Anisa Abdan Siswa kelas 4 SDIT Al Uswah Surabaya)

Generasi saat ini yang dikenal dengan GenZ, merupakan generasi yang mengalami masa digitalisasi, perkembangan informasi yang sangat cepat, mudah diakses oleh siapapun. Kemudahan akses informasi ini menjadikan mereka menerima banyak informasi dan cenderung mudah terpengaruh. Hal ini harus ada antisipasi atau usaha preventif dari para orang tua untuk selalu mendampingi putra – putri kita agar senantiasa terarah dan punya filter.  Sebagai orang tua yang dua – duanya bekerja, berdampak fokus perhatian terhadap putra – putrinya tidak maksimal karena kesibukan dari pekerjaannya. Oleh karena itu kami membekali putra – putri dengan pendidikan yang berbasis agama, dan pastinya teladan yang baik juga.

Pengetahuan, pemahaman dan pembiasaan terhadap ilmu agama merupakan pondasi bagi setiap generasi dalam menghadapi kehidupan di dunia. Akhlak yang baik sesuai dengan  tuntunan agama akan membawa pada keberkahan dan ketenangan. Menurut Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA. dalam buku nya Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia (2013:13) “bahwa tujuan dari Pendidikan akhlak ialah memberikan pedoman atau penerangan bagi manusia dalam mengetahui perbuatan yang baik atau yang buruk. Dengan cara berusaha melakukan perbuatan yang baik dan menghindari segala perbuatan yang buruk.” Dengan demikian usaha kami dalam mendidik putra – putri menjadi generasi yang berakhlakul karimah salah satunya memilih Lembaga Pendidikan yang berasaskan agama. Kurikulum yang ada dalam Lembaga atau sekolah tersebut mengedepankan akhlak yang mulia, memupuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahuwata’ala, dan cinta terhadap baginda Rosulullah Muhammad Sholallahualaihiwasallam.  

Suasana islami, pembiasaan ibadah terutama sholat dan akrab dengan Al quran merupakan Pendidikan yang kami idamkan. Harapan kami dengan menitipkan putra putri kami pada sekolah yang berbasis agama yaitu membentuk karakter yang qurani, berakhlak mulia dan bisa mengikuti perkembangan zaman yang sangat pesat. Menurut pandangan kami harus seimbang antara pengetahuan umum dan agama. Agama sebagai pondasi utama agar tetap kokoh dalam menghadapi ujian hidup dan pengetahuan umum, penguasaan teknologi  sebagai sarana dalam menunjang kehidupan social dan mengahadapi tantangan zaman. Generasi yang seimbang antara ilmu dunia dan akhirat, maksudnya dia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan akhlaknya yang mulia, bisa menghormati, menghargai sesama, ilmunya manfaat bagi sekitarnya, generasi seperti itu yang diharapkan setiap keluarga, bangsa dan negara.

Suasana belajar yang menyenangkan, kompetitif yang adil, tidak ada diskriminasi, setiap anak mendapatkan haknya sesuai dengan gaya belajarnya (visual, auditory maupun kinestetik) dan memfasilitasi kecerdasan yang dimiliki setiap anak. Minat dan bakatnya terasah melaui implementasi dari ekstrakurikuler. Pembiasaan ibadah seperti sholat, sedekah, membaca dan menghafal Al Qur’an, memberikan Pendidikan karakter seperti cara berbicara yang sopan, santun dalam berinteraksi dan bersosialisasi baik dengan guru, orang tua, dan teman, bersikap dan berkata jujur, peduli dengan lingkungan sekitar. Semua itu terintegrasi dalam kurikulum Lembaga. Lembaga Pendidikan seperti itu yang kami pilih untuk Pendidikan dasar bagi putra – putri kami.

Sebenarnya kami ingin anak kami menjadi atlet tingkat internasional, bisa mengharumkan nama negaranya dikancah internasional, dan pastinya bisa keliling dunia, itu ambisi pribadi. Tetapi ambisi tersebut kami redam karena anak adalah titipan Ilahi yang pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Ambisi tersebut kami alihkan pada pemberian Pendidikan dasar di sekolah yang bernuansa islami, tidak hanya mengajari ilmu pengetahuan dan teknologi melainkan mendidik anak dengan memberikan Pendidikan karakter sesuai dengan tuntunan agama. Orientasi kami sebagai orang tua adalah setiap anak kami, dibekali ilmu agama, mengenal dan paham akan hukum – hukum Allah Subhanahuwata’ala, sehingga saat dewasa nanti mereka bisa memberikan kontribusi bagi diri nya sendiri dan masyarakat umum. Harapan  kami mempunyai anak yang sholih sholihah taat pada Tuhannya, cinta terhadap Nabinya, berbakti pada orang tuanya, sayang dengan keluarganya dan membawa manfaat pada sesama. Aamiin.

Insprirasi Guru Lainya