Pembelajaran Berbasis Projek Di SDIT Al Uswah Surabaya
Oleh: Istiana, S.Pd. (Waka Kurikulum SDIT Al Uswah Surabaya)
Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) merupakan metode pembelajaran dengan mengerjakan projek atau kegiatan sebagai media pembelajaran. Peserta melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Tujuan dari pembelajaran berbasis projek adalah untuk mendorong kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, berkolaborasi, berpikir kritis, serta kreatif menghasilkan karya konstektual baik secara individual, maupun kelompok.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis projek di SDIT Al Uswah Surabaya telah berlangsung sejak masa pandemi. Dengan kondisi tatap muka yang terbatas, diharapkan pembelajaran tetap bisa berlangsung secara bermakna. Hal ini bisa didapatkan melalui pelaksanaan projek yang mengintegrasikan berbagai bidang ilmu (mata pelajaran).
Pembelajaran berbasis projek disusun secara sistematis dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Pelaksanaan yang sistematis tersebut meliputi beberapa tahapan aktivitas, yaitu penyampaian materi, diskusi kelompok, pelaksanaan projek, penyusunan laporan projek, dan presentasi. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran berbasis projek di SDIT Al Uswah Surabaya juga lebih terencana dengan adanya modul projek yang disusun oleh guru-guru SDIT Al Uswah Surabaya.

Di awal semester, tim guru menentukan goal projek terlebih dahulu, kemudian mereka menentukan indikator dari beberapa mata pelajaran yang menunjang pengetahuan siswa dalam pelaksanaan projek. Setelah itu, disusun timeline pelaksanaan projek dan membentuk tim penyusun modul projek.
Pembelajaran berbasis projek di SDIT Al Uswah Surabaya dilaksanakan pada semua jenjang yaitu kelas 1-6. Tujuan dan target projek berbeda-beda di masing-masing jenjang menyesuaikan tahapan perkembangan siswa. Khusus kelas 6, terdapat program khusus sebagai salah satu syarat kelulusan yang disebut dengan projek akhir.
Pembelajaran berbasis projek tersebut tetap dilaksanakan hingga pasca pandemi. Dan ketika penerapan Kurikulum Merdeka, terdapat pembelajaran kokurikuler yang wajib ada yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Alhamdulillah, SDIT Al Uswah Surabaya dengan cepat menyesuaikan karena sebelumnya telah melaksanakan pembelajaran berbasis projek. (bersambung)


