Si Kecil Jago Masak, Menu Sehat Kreasi Cendol Untuk Tubuh Kuat
Oleh: Isyana Prasasti, S.Si (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Gelak tawa anak-anak memenuhi udara sejuk di halaman belakang sekolah saat kegiatan aksi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal dan topik: “Makananku Sehat Tubuhku Kuat” berlangsung. Kamis, 10 Oktober 2024 siswa kelas 1 diajak untuk belajar sambil bermain dengan memasak cendol, salah satu makanan tradisional Indonesia yang menyegarkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dengan semangat yang membara, siswa kelas 1 duduk melingkar di halaman belakang beralaskan terpal mulai menyimak penjelasan ustazah Wiwin dan ustazah Nikmah tentang alat dan bahan yang sudah disiapkan. Selama proses memasak, guru pendamping memberikan penjelasan tentang cara membuat cendol yang benar. Mulai dari cara mengukur bahan, cara membuat adonan, hingga cara menyajikan cendol. Siswa juga diajarkan tentang pentingnya kebersihan saat memasak dan manfaat dari bahan-bahan yang digunakan. Mereka terlibat dalam proses memasak salah satunya ada beberapa siswa yang mencoba praktik memasak. Ada yang mengukur timbangan bahan seperti tepung beras dan tepung tapioka, ada pula yang mengaduk adonan cendol di atas kompor, serta ada yang juga yang memblender santan. Meskipun masih kecil, mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk belajar memasak.
Selain belajar memasak, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada makanan tradisional Indonesia. Dengan kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal dan menghargai warisan budaya kuliner bangsa. Setelah semua adonan cendol selesai dibuat, siswapun mulai mencetak cendol dengan memasukkan adonan cendol ke dalam plastik kemudian ujungnya dilubangi sedikit. Mereka berlomba-lomba untuk membuat cendol di dalam wadah baskom yang sudah diberi es batu.
Kegiatan memasak cendol di luar kelas ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya:
- Mendorong kreativitas:Siswa bebas bereksplorasi dalam membuat cendol dengan berbagai bentuk dan ukuran.
- Menumbuhkan rasa percaya diri:Dengan berhasil membuat cendol sendiri, siswa akan merasa lebih percaya diri dan mampu.
- Mengajarkan kerja sama:Kegiatan mencetak adonan cendol dilakukan secara berkelompok, sehingga siswa belajar untuk bekerja sama dan saling membantu.
- Mengenalkan budaya lokal:Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan tentang makanan tradisional Indonesia dan pentingnya melestarikan budaya.
Di akhir kegiatan, semua siswa bersama-sama menikmati hasil karya mereka. Siswa menikmati cendol di gelas yang mereka bawa dari rumah. Dengan bantuan ustaz dan ustazah cendol yang sudah dibuat dicampur dengan santan, gula merah, dan es batu kristal bagi yang suka dingin. Mereka menikmati cendol buatan sendiri dan tertawa bersama.
“Rasanya enak sekali, mantap! Saya suka cendol buatan saya sendiri,” seru salah satu siswa putra sembari menikmati es cendol.
Wajah-wajah ceria mereka menunjukkan betapa bahagianya mereka mengikuti kegiatan ini. Setelah selesai makan cendol, semua siswa mencuci peralatan makan (gelas) dengan bersih.
Kegiatan memasak cendol ini merupakan salah satu contoh nyata penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif dan menyenangkan, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang kreatif, mandiri, dan berkarakter. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan lebih baik lagi di projek berikutnya, sehingga siswa dapat terus belajar dan berkembang dengan optimal.
Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/si-kecil-jago-masak-menu-sehat-kreasi-cendol-untuk-tubuh-kuat/


