Pelatihan Penyusunan Modul P5 SMAIT Al Uswah Surabaya

Oleh: Evi Fuji Andini, S.Pd.Gr (Kepala Sekolah SMAIT Al Uswah Surabaya)

SMAIT Al Uswah Surabaya merupakan salah satu sekolah swasta yang masuk ke dalam TOP 1.000 berdasarkan hasil nilai UTBK, posisi 244 peringkat Nasional, posisi 34 peringkat Provinsi, dan posisi 9 peringkat Kotamadya. Prestasi yang diperoleh SMAIT Al Uswah Surabaya merupakan salah satu bentuk adaptif sekolah dalam menghadapi kemajuan zaman, perubahan kurikulum di dinas, dan penyesuaian pendidikan sesuai kodratnya. Seperti halnya saat ini dinas menghimbau kepada satuan pendidikan dalam penerapan IKM [Implementasi Kurikulum Merdeka]. Salah satu kekhasan yang ada di IKM yaitu adanya P5 [Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila].

Inovasi kurikulum yang berpusat pada peserta didik yakni melalui modul P5 dan budaya sekolah guna mengatasi tantangan dan tuntutan mutu pendidikan. Hal ini sejalan dengan landasan pijakan berpikir dalam pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, SMAIT Al Uswah Surabaya menyelenggarakan “Pelatihan Penyusunan Modul P5” pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 yang dihadiri seluruh guru mata pelajaran jenjang X dan XI di RUANG 12. Pelatihan pengembangan modul ajar berbasis P5 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru terkait pengembangan modul ajar berbasis P5.

Alhamdulillah dalam pelaksanaan “Pelatihan Penyusunan Modul P5” bisa menghadirkan langsung 2 pemateri dari cabang dinas Pendidikan Sidoarjo. Pemateri pertama diisi oleh Bapak Eko Djuhara Setia Budi, S.Pd. selaku pengawas dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan pemateri kedua oleh Bapak Drs. Wulyo, M.Pd selaku pengawas dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bapak Drs. Wulyo, M.Pd merupakan pengawas dinas yang membina SMAIT Al Uswah Surabaya sejak tahun 2019 sampai sekarang.

Pelaksanaan P5 di SMAIT Al Uswah Surabaya akan dilaksanakan sebanyak 2x dalam 1 tahun. Pelaksanaan P5 pertama bulan Desember 2024 dan pelaksanaan P5 kedua bulan Juni 2025. Dengan adanya pelatihan ini, sekolah berharap seluruh guru bisa menyusun modul P5 dan mengawal P5 dengan optimal. Selain itu, sekolah berharap bisa menumbuhkan karakter sesuai profil pelajar pancasila untuk seluruh peserta didik. Dengan demikian, peserta didik bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat dan bisa beradaptasi di lingkungan dan bersosial dengan masyarakat.

Insprirasi Guru Lainya