Gadget Full Manfaat

Oleh : Sulaikah Kurniawati (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)

Memiliki gadget semacam android adalah sebuah kebutuhan di jaman sekarang. Android bukan lagi barang mewah yang hanya orang-orang berduit banyak yang bisa membelinya. Harga gadget pun bervariasi mulai dari satu jutaan sampai dua puluh jutaan. Tinggal pilih yang sesuai dengan ukuran kantong kita.

Tahun lalu, 2019 BC (before Corona) android saya masih yang tipe jadul. Asus Fone Pad dengan versi android KitKat dan RAM yang cukup kecil yakni 1 GB saja. Saat itu belum berkeinginan untuk ganti perangkat. “Ngapain coba, wong masih bisa WA an dan nelfon. Eman-eman duite” itu yang saya pikirkan saat itu. Terbatas menggunakan android yang ada membuat saya mencari celah untuk mengkombinasikan dengan web WhatsApp pada laptop. Bahkan ketika screennya pecah namun tetap berfungsi, saya tidak berniat membeli gantinya.

Lha ndilalah, di awal 2020, serangan Corona pun datang. Dalam waktu sekejap, terjadi shifting atau pergeseran cara belajar dan mengajar. Yang semula tatap muka konvensional menjadi berbasis online. Kebutuhan untuk membuat video, rapat online dan menyimpan data di android menjadi sangat urgen. Android saya cepat panas dan hang. Beberapa jam sekali harus oper foto ke Drive dan nge-charge sehari bisa dua sampai tiga kali. Baru lah di momen-momen hectic tersebut, saya kelabakan dengan fungsi android saya, sehingga mengambil kesimpulan: perlu dan wajib ganti HP nih. Jika tidak pekerjaan saya bakal tersendat.

Baiklah, saatnya merapal doa sekencang mungkin. Ya Allah, hamba butuh HP terbaru. Bismillah yakin doa dikabulkan. Mboh piye carane, Gusti Allah yang paham.

Tak berapa lama, tepatnya bulan Mei 2020, ada kabar bahwa tunjangan profesi pendidik angkatan saya cair. Wah, angin segar ini. Doa saya sebentar lagi terjawab. Saya segera mengurus administrasi pencairan di bank serta bolak balik saya cek infogtk.com dan ATM. Ah, belum masuk. Sabar ya Bu guru. Akhirnya saya pasrah. Sibukkan dulu dengan amal kebaikan yang lain. InsyaAllah akan memudahkan datangnya rezeki ini.

Alhamdulillah, yang ditunggu pun cair. Tunjangan profesi pendidik pertama yang mungkin bagi sebagian orang tidak besar, bahkan cuma buat jajan saja, itu saya maksimalkan untuk upgrade android.

Bersama suami, saya berangkat ke toko gawai dan pilih dipilih sesuai dengan anggaran dana yang ada.

Sampai akhirnya saya memilih tipe gawai android yang ada di tangan saya ini. Bukan termasuk merk yang high-end tapi bagi saya cukup leluasa dari sisi fitur dan memori. RAM 6 GB dengan versi Android Pie serta resolusi kamera bagus, itu sudah cukup bagus untuk saya.

Segera saya install beragam aplikasi yang sangat dibutuhkan oleh guru seperti saya misalnya Google Docs, Form, Google Slide, Google Sheet, Kinemaster, Google Meet, Bitly serta media sosial. Saya membuat kuis online, memeriksa laporan kinerja harian milik guru dan video pembelajaran dengan gawai saja sudah cukup. Saya juga melakukan berbagai video conferrence dengan beragam aplikasi mulai dari Zoom Meeting, Line sampai Teams. Semua serba tercukupi dengan satu android di tangan.

Saya yang terbiasa dengan memori super kecil di android sebelumnya kini merasa leluasa dengan RAM yang besar. Ibarat pindahan dari rumah kos kosan yang gentengnya bocor ke rumah mewah. Loss gak rewel. Saya tidak perlu charging beberapa kali dalam sehari dan tidak perlu hapus file setiap beberapa jam. Wuaaaah legaaaa….

Tidak puas hanya memanfaatkan beragam aplikasi diatas, saya mulai install aplikasi yang menunjang kapasitas otak saya seperti belajar bahasa Inggris, Canva, KBM App dan blog Gurusiana. Saya memanfaatkan betul aplikasi-aplikasi tersebut untuk belajar dan mengembangkan diri. Tulisan-tulisan saya banyak yang berawal dari android ini. Berbekal catatan singkat di Notes, saya upload di blog dan media sosial.

Aha, kemudian bermunculan aplikasi penunjang olahraga yang saya install seperti Strava dan Latihan Papan. Penting tuh, untuk menjaga kebugaran diri. Fungsinya lebih kepada asisten pribadi olahraga harian. Keren kan, tidak bayar mahal untuk punya asisten. He-he-he.

Aplikasi bisnis tak ketinggalan juga seperti ImoneyQ, OVO dan HNI Mobile serta mBanking. Walaupun saya baru bisa mengoperasikan nya baru-baru ini saja.

Last but not least aplikasi Quran android dan Al Matsurat yang melengkapi saya dalam memaksimalkan ibadah harian.

Saya merasakan manfaat yang optimal dari teknologi android ini.  Bagi saya eman (sayang sekali) rasanya jika kita beli android mahal-mahal tapi hanya digunakan untuk WA-an dan Fesbukan saja. Haha hihi kesana kemari, selfie sana sini,  apalagi Tik Tok-an. Tidak menambah kapasitas diri. Malah banyak wasting time nya.

Kalaupun saya bermain medsos, saya memastikan diri untuk membuat konten bermanfaat dan bernilai dakwah, tidak sekedar scrolling akun artis atau mantan. #eh apaan.

Teknologi diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia yang sebenarnya. Ibarat pisau yang bermata dua, teknologi bisa membuat kita produktif berkarya karena menghemat waktu dan energi. Namun jika kita tidak pandai memanfaatkannya, maka bisa membunuh kita; dalam arti membunuh waktu kita dengan aktivitas yang useless. Gawai canggih tapi jika tidak dibarengi manusia yang canggih, maka percuma saja. Jadi inget quotes keren oleh  Harvey Mackay yang berbunyi “All technology in the world,  will never replace a positive attitude“.

Insprirasi Guru Lainya