Roda Berputar
Oleh : Muhailil (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Dari Amru bin Maimun bin Mahran sesungguhnya Nabi Muhammad Saw berkata kepada seorang pemuda dan menasehatinya, “Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.
Roda berputar, tentulah setiap posisi tidak bisa ditentukan. Kadang di atas, terkadang di bawah. Berputarnya roda seperti berputarnya kehidupan manusia. Manusia tidak akan selamanya ada di atas dan tidak selamanya di bawah. Hal ini harus kita sadari, bahwa kita sebagai manusia tidak selamanya hidup dalam berlimpahan harta dan tentu saja tidak selalu sehat dan tidak juga selalu berkekurangan.
Oleh karena itu, bagi yang berlimpahan harta maka gunakan hartamu di jalan Allah Swt baik berupa infaq, zakat dan lain-lainya. Bagi yang diberikan kesehatan gunakan kesehatan yang dimiliki untuk optimal beribadah kepada Allah Swt. Demikian halnya bagi yang diberikan ilmu, maka gunakan ilmu itu dengan baik dan ajarkan kepada orang lain.
Sebelum kita pada posisi yang bawah, bisa jadi kita sudah tidak punya harta lagi, atau kita sudah sakit sehingga tidak bisa beraktivitas atau bahkan pikiran kita pikun sehingga kita tidak ingat apa-apa.
Saya pernah melihat langsung fenomena yang saya ungkapkan di atas. Saya kenal seorang bapak. Dia adalah salah seorang yang dekat dengan saya. Beliau yang merekomendasikan saya tinggal di masjid saat saya menjadi mahasiswa. Saya melihat keluarga ini rukun dan bahagia saat itu.
Dari sisi harta, saya melihat beliau sebagai orang yang berpunya, tinggal di perumahan dan memiliki kendaraan lebih dari satu. Beliau termasuk orang memiliki jiwa sosial tinggi bahkan beliau rela rumahnya dibuat tempat Taman Pendidikan Al-Qur’an. Bertambah tahun dan bertambahlah usia Bapak ini.
Di situlah terjadi beberapa perubahan pada kehidupannya. Pertama anak-anaknya sudah besar bekerja di luar kota, ditambah mobilnya sudah berkurang. Rumah besar yang ditempati terjual dan beliau pindah di daerah kampung. Kehidupannya saat ini tidak seperti yang saya lihat di waktu saya masih menjadi mahasiswa. Bahkan sekarang rumah yang di kampung juga terjual dan pindah ke luar kota untuk mendekati rumah anaknya.
Beliau luar biasa dalam menjalani hidupnya. Ketika beliau berada di posisi atas dalam artinya berkelimpahan, beliau bisa menggunakan hartanya dengan baik. Ketika beliau berada di posisi bawah, beliau tetap sabar. Semoga beliau menjadi hamba Allah Swt yang tetap kuat dalam menjalani hidup di masa tuanya.
Hidup di dunia ini memang penuh dengan ujian. Siapa yang dapat menjalani ujian dengan baik, maka dia termasuk orang yang lulus insyaAllah akan mendapatkan kebahagian dunia akhirat. Semoga kita dimampukan. Aamiin


