PAS Tahfidz, Jangan Engkau Gadaikan Hafalan dan Kejujuranmu Demi Sebuah Angka
Oleh: Camelia Rizka Maulida, M.E (Guru SMAIT Al Uswah Surabaya)
Penilaian Akhir Semester (PAS) Tahfidz Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 SMAIT Al Uswah Surabaya berlangsung dengan khidmat. PAS Tahfidz dimulai sejak tanggal 9 – 25 November 2022 diikuti oleh seluruh siswa jenjang X – XII sejumlah 357 siswa dan diuji oleh 12 penguji. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi pembelajaran al-Qur’an peserta didik yang telah berlangsung 4 bulan pertama di setiap tahun akademik dan bersifat wajib bagi seluruh siswa. Ujian berlangsung dari jam 7.30 – 11.30 wib dilanjutkan dengan waktu remedial pada jam 13.00 – 14.30 wib. Nilai hasil ujian siswa akan dipublikasikan melalui Mading sekolah selambat-lambatnya sehari setelah ujian selesai.
Pelaksanaan PAS Tahfidz kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, maqro’ PAS Tahfidz sejumlah 5 lembar dengan soal masing-masing 1 soal untuk 1 lembar, namun pada tahun ini ada beberapa siswa dengan maqro’ sejumalh 10 lembar (1 juz) dengan ketentuan soal masih sama dengan sebelumnya. Hal ini dikarenakan sebagai bentuk “punishment” bagi siswa yang belum pernah sertifikasi hafalan selama di SMAIT Al Uswah Surabaya. Dengan adanya ketentuan tersebut diharapkan siswa dapat terpacu untuk lebih giat dalam memuroja’ah hafalannya.
Kegiatan ini tentu didukung dan adanya kerjasama yang baik dari pihak orang tua siswa, seluruh civitas akademika dan karyawan SMAIT Al Uswah Surabaya. Harapannya, apapun bentuk dan kondisi ujiannya, para siswa tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran di atas segalanya. Kejujuran saat melaksanakan ujian menjadi hal sangat penting bagi seorang juara. Penanaman nilai-nilai kejujuran bagi para juara telah melekat kuat dalam diri siswa. Sehingga pelaksanaan ujian PAS Tahfidz yang dihadapi oleh para siswa sejauh ini berjalan cukup baik, lancar dan mendapat kemudahan dari Allah swt.
Semoga nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan yang telah tertanam kuat dalam diri para siswa, dapat menjadi habit dalam kehidupan sehari-hari para generasi penerus bangsa yang Qur’ani dengan berlandaskan pada syariat Islam. Amiiiiin…


