Lima Alasan Orang Tua Menyekolahkan Anak Di Sekolah Islam Terpadu
Oleh: Bagus Subuh Hadi (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Dalam memilih sekolah, orang tua memiliki beberapa pilihan. Yakni, antara memasukkan anaknya ke sekolah umum, pesantren, atau sekolah swasta yang menawarkan lebih banyak pilihan. Dibanding sekolah umum yang menekankan pendidikan umum sebagai porsi utamanya serta pesantren yang fokus utamanya di pendidikan agama, kini bermunculan sekolah-sekolah swasta Islam terpadu yang berusaha memadukan kedua jenis pendidikan ini. Dalam sekolah Islam terpadu, anak-anak mendapatkan porsi pendidikan yang berimbang. Antara pendidikan “duniawi” seperti ilmu eksakta dengan pendidikan “akhirat” yakni agama dan akhlak Islami memiliki porsi yang pas. Apa saja alasan orang tua semakin memilih sekolah Islam terpadu?
- Bukan Sekedar Status Sosial.
Kebanyakan orang tua menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah Islam terpadu bukan untuk mendapat pengakuan masyarakat atau karena lebih bergengsi dari sekolah lain.
Lebih dari itu, harapan mereka adalah agar anak mereka kelak memiliki akhlak dan moral yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
- Sarana Dan Prasarana Yang Lebih Lengkap.
Di dunia yang semakin modern dan sarat penggunaan teknologi, sekolah Islam terpadu biasanya menyediakan fasilitas lengkap. Dari mulai laboratorium komputer, perpustakaan, hingga gedung yang lebih aman dan representatif. Fasilitas ini dapat menunjang pendidikan dan penguasaan siswa-siswinya terhadap teknologi yang mutakhir.
- Pendidikan Agama Dan Etika Yang Memadai.
Selain pendidikan hard-skill di bidang duniawi yang mumpuni, orang tua pun sangat berharap anak-anaknya dapat terjaga dari sisi pergaulan dan akhlaknya.
Di antara program yang menarik hati orang tua dan berpengaruh baik bagi anak-anak adalah penyelenggaraan shalat berjamaah bagi seluruh murid, adanya program hafalan Al-Qur’an, serta adanya kurikulum pendidikan agama dan pendidikan umum dengan porsi yang pas.
- Prestasi Yang Baik.
Dengan adanya fasilitas sarana prasarana yang baik, serta tunjangan kurikulum dan tenaga pengajar yang mumpuni serta pendidikan agama dan etika, maka kegiatan belajar-mengajar pun dapat berjalan dengan baik.
Siswa dan siswi dapat lebih fokus dalam belajar dan mengejar impiannya. Mereka pun dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Bakat ini bisa dalam bidang akademik maupun non-akademik melalui ekstrakurikuler.
- Anak bisa menjadi hafiz (penghafal) Al-Qur’an.
Dalam sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Al-Qur’an akan menjumpai yang senantiasa membacanya pada hari kiamat pada saat kuburannya terbelah dengan rupa lelaki yang kurus dan pucat ia mengatakan kepada pembacanya tersebut, “apakah engkau mengenalku?” Lalu ia menjawab, “aku tidak mengenalmu”, Sosok tersebut bertanya kembali, “apakah engkau mengenalku? Ia menjawab, “aku tidak mengenalmu”.Kemudian ia berkata: “Aku adalah sahabatmu, Al-Qur’an, yang telah menghilangkan dahagamu pada saat siang hari yang sangat terik, yang telah membuatmu begadang di malam hari. Setiap pedagang akan berada di belakang perniagaannya dan engkau sekarang pada hari ini di belakang semua perniagaan.
Lalu diberikanlah kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, dan disematkan di atas kepalanya mahkota yang megah, serta dipakaikan bagi kedua orangtua-nya pakaian yang sama sekali tidak pernah dikenakan oleh penduduk dunia.
Kemudian kedua orangtuanya berkata: Mengapa kami diberikan pakaian semacam ini? maka dikatakan kepada keduanya: semua ini karena anak kalian menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabatnya saat di dunia.” [Silsilah Ash-Shahihah 2829]


