Manfaat Bermain Bagi Anak-Anak
Oleh: Diana Agustin Tri Nugrahaeni, S.Pd (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya)
Bermain merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari anak. Selain menyenangkan, bermain bisa mengasah kemampuan motorik kasar, halus, kognitif, maupun kemampuan sosialisasinya, terutama pada anak usia 0-5 tahun. Bermain sangat penting untuk perkembangan anak dari segala aspek.
Bermain merupakan sebuah keharusan bagi anak-anak. Karena lewat bermain, dapat berdampak pada perkembangan otak, yang kemudian akan mempersiapkan otak anak untuk kehidupan, afeksi dan persiapan sekolahnya nanti.
Peran orang tua juga dalam memfasilitasi jelas penting, yaitu dengan memberikan mainan yang sesuai dengan usia agar tepat sasaran stimulasinya. Alasannya, karena bila tidak sesuai, justru bisa membuat anak frustasi.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi permainan anak bermain dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan permainan anak adalah sebagai berikut:
- Kesehatan.
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu bermain yang membutuhkan banyak energi.
- Intelegensi.
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibanding dengan anakanak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya pikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
- Jenis kelamin.
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan. Bermain sebagai metode pembelajaran bagi anak usia dini yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain dibandingkan anak laki-laki. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.
- Lingkungan.
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
- Status sosial ekonomi.
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alatalat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.
Macam-macam bermain dan manfaatnya menurut Hughes seorang ahli perkembangan anak paling tidak ada lima unsur dalam suatu kegiatan yang disebut bermain:
- Tujuan bermain. Tujuan bermain adalah permainan itu sendiri dan si pelaku mendapat kepuasan karena melakukannya (tanpa target), bukan untuk misalnya mendapatkan uang.
- Dipilih secara bebas. Permainan dipilih sendiri, dilakukan atas kehendak sendiri, dan tidak ada yang menyuruh ataupun memaksa.
- Menyenangkan dan dinikmati. Hendaknya permainan membuat anak merasa senang dan bisa dinikmati dengan ceria oleh anak.
- Ada unsur khayalan dalam kegiatannya. Berkhayal atau berimajinasi cukup berpengaruh penting untuk tumbuh kembang anak, utamanya untuk mengasah kreativitas.
- Dilakukan secara aktif dan sadar. Bermain bagi anak-anak sangat memberikan manfaat bagi mereka. Anak akan mengenal berbagai jenis permainan dan masing-masing permainan ini memiliki manfaat yang berbeda-beda, sehingga kejiwaan mereka akan semakin berkembang.
Ada dua macam permainan, yakni permainan aktif dan pasif. Pertama, permainan aktif diantaranya:
- Bermain bebas dan spontan atau ekplorasi. Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan ekperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
- Dalam drama, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam media massa.
- Bermain musik. Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, bernyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.
- Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu. Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan bendabenda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
- Permainan olah raga. Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya.
Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif. Kedua, permainan pasif diantaranya:
- Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anak pun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
- Mendengarkan radio. Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
- Menonton televisi. Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.
Sedang menurut Y. Wiryasumarta dalam Tim Redaksi Familia manfaat bermain adalah sebagai berikut:
- Memperkuat fisik (tubuh) lewat gerakan-gerakan otot. Anak umur 4-6 tahun kadang-kadang tidak mengenal lelah. Mereka selalu gembira. Kegembiraan itu diekspresikan dengan berlari-lari, melompat, menendang bola, mendorong kursi, bermain ular-ularan, kucingkucingan, dan sebagainya. Lewat berbagai permainan itu, otot-otot mereka tumbuh dan berkembang secara wajar.
- Mengembangkan kepribadian, melalui sikap sportif, jujur, kerja sama dan moral. Lewat bermain anak semakin bersikap positif dan mampu berinisiatif.
- Meningkatkan komunikasi, semakin mendekatkan hubungan antara anak dengan teman-temannya, orang tua, dan gurunya.
- Melatih bermasyarakat. Lewat bermain anak-anak berlatih menaati aturan dan tata tertib permainan, serta melakukan hak dan kewajibannya. Bila anak melanggar aturan, ia akan dikenai sanksi/ hukuman dari teman-temannya atau akan dijauhi oleh mereka. Setiap anak tidak mau dikucilkan atau kehilangan teman bermain. Maka, ia akan mengormati dan menerima keputusan orang lain, tidak marah, tidak egois, belajar menanggung risiko, dan sebagainya.
- Mengenal lingkungan sedini mungkin. Anak-anak menggunakan alatalat sebagai sarana bermain. Berbagai macam benda dimanipulasi untuk memenuhi hasrat bermain mereka. Dengan demikian, banyak benda dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, dikecap, dan dimanipulasikan. Semakin banyak benda yang mereka kenal, bertambah pesat pula perkembangan persepsi mereka.
- Mencegah dan menyembuhkan tekanan batin. Banyak ahli ilmu jiwa yang menggunakan permainan sebagai metode terapi/pengobatan awal bagi anak yang mengalami tekanan batin. Dengan bermain, anak mendapat kesempatan yang luas untuk melampiaskan kekesalan, melupakan kekecewaan, dan mendapatkan kembali ketenangan dirinya dalam bermain, anak akan melakukan apa saja untuk membuang beban berat yang dirasakannya.
- Merupakan sumber belajar. Lewat bermain anak bisa melatih keterampilannya, menambah pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dan hal-hal yang ada di lingkungan anak, serta memperkembangkan daya cipta.
Bermain sebagai metode pembelajaran bagi anak usia dini pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode. Mengutip penjelasan dari Direktorat PADU tahun 2001 dan Depdikbud tahun 1998, Sabil Risaldy menjelaskan beberapa metode pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut:
- Bercerita. Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat juka dilaksanakan sesuai dengan minat, kemampuan dan kebutuhan anak.
- Bernyanyi. Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika.
- Berdarmawisata. Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-objek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat, mendengar, merasakan, mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa dilingkungannya. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar, sawah, pantai, kebun, dan lainnya.
- Bermain Peran. Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh, benda-benda, dan peran-peran tertentu sekitar anak. bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Dengan bermain peran, kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan.
- Peragaan/Demonstrasi. Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/tutor memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian ditirukan anak-anak. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar.
- Pemberian Tugas. Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual.
- Latihan. Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot mata dan otak. Latihan diberikan sesuai dengan langkahlangkah secara berurutan. Dari sini, maka di antara metode pembelajaran yang telah disebutkan adalah melalui bermain. Bermain adalah salah satu pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk anak usia dini
Sumber: https://sd2.aluswahsby.sch.id/


