Cara Mudah Menelusuri Minat Dan Bakat Anak
Oleh : Nurul Yulia Ali, S.Psi. (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Jika kita perhatikan, setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Bahkan kakak dan adik pun dapat terlihat begitu berbeda karakternya. Begitupun dengan minat mereka, ada kakak yang lebih senang mewarnai dan ada adik yang lebih senang bermain bola. Saat sedang mengamati dan menemukan perbedaan-perbedaan ini, rasanya kita tergerak untuk mengetahui lebih dalam ya mengenai minat dan bakat anak-anak. Tes minat bakat menjadi salah satu cara untuk mengetahuinya, namun apakah hal ini juga relevan untuk anak usia sekolah dasar?
Banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan tes minat bakat anak pada usia 14 tahun yaitu usia di sekolah menengah pertama (SMP). Hal ini dikarenakan anak usia sekolah dasar masih sering kali berubah-ubah minatnya. Ingatkah Ayah/Bunda saat usia SD sering kali kita menggambar dan mewarnai, tetapi ternyata ketika menginjak kelas 6 SD atau bahkan SMP ketertarikan itu mulai berkurang.
Selain itu, kalaupun tes minat bakat tetap dilakukan, akan timbul dorongan untuk mengembangkan minat bakat tersebut, yang pada akhirnya anak menjadi terpaku pada bidang itu saja. Sayang sekali, ketika anak sedang tertarik untuk menggambar, orang dewasa terjebak untuk memberikan stimulasi menggambar secara terus menerus. Padahal, ternyata anak memiliki bakat lainnya seperti berbahasa.
Jadi, bagaimana cara mengetahui bakat dan minat untuk anak usia sekolah dasar?
Pertama, memberi pengetahuan mengenai berbagai bidang, seperti bidang olahraga, seni, macam-macam keahlian, dan lain-lain sehingga menambah pengetahuan anak mengenai lingkungannya.
Kedua, memberi kesempatan untuk mencoba. Saat anak ingin mencoba sesuatu, berilah ia kesempatan dan inilah saatnya untuk mengobservasi anak. Observasi adalah tahapan yang mungkin paling sulit dilakukan, sering kali ketika anak bermain bola, insting orang dewasa adalah untuk menjaga anak tetap aman. Ketika orang dewasa mencoba untuk melakukan observasi, maka hal yang menjadi fokus perhatian adalah respon anak terhadap kegiatan yang dilakukannya. Bagaimana raut wajahnya, senang atau tidak? Apakah dia bisa konsentrasi atau tidak? Bagaimana cara dia menghadapi kesulitan saat mencoba, dan lain-lain.
Ketiga, Tetap sabar. Mencari tahu minat anak bukan proses yang mudah, bahkan sering kali ketika mengenalkan sesuatu kepada anak, ia lantas menolak atau minatnya yang seringkali berubah, lagi dan lagi. Hal yang perlu diingat adalah tidak memaksa anak untuk menyukai sesuatu. Fokus kita ada pada proses pencarian itu, pencarian rasa bahagia anak ketika mendalami suatu bidang. Karena sejatinya tidak ada proses yang mudah. Tetapi jika itu yang membuatnya bahagia, kesulitan akan menjadi tantangan yang dihadapi secara sukarela.
Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/


