Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dengan Business Implementation Optimal
Oleh : Nur Dyta Qomariah, S.Pd (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Pendidikan yang harus dilakukan oleh pendidik bukan hanya saat di dalam kelas dan tidak hanya sekedar coretan di kertas. Melainkan kemahiran dan kecakapan untuk menghasilkan skill tertentu juga bisa diartikan mendidik. Sebuah kesempatan baik bagi kami guru-guru di jenjang kelas empat SDIT Al Uswah Surabaya, bisa memotivasi peserta didik untuk mengerjakan proyek berbasis kelompok dan berafiliasi bisnis. Sepertinya terlihat asing penamaan kegiatannya, kami memilih BRIO sebuah kepanjangan dari Business Implementation Optimal. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari SUPRAT FIT yang telah digelar hampir dua pekan sebelumnya dan merupakan runutan proyek yang sama.
Membawa misi proyek dengan hasil sekali mendayung tiga pulau terlampaui, yaitu mengimplementasikan pengetahuan peserta didik tentang materi pelajaran dan sikap kerjasama, gotong royong serta kreativitas. Serta mencapai SKL JSIT yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tentunya berdagang dengan menjadikan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai teladan terbaik, menjunjung tinggi kejujuran dan senantiasa menjaga akhlaqul karimah dalam setiap prosesnya.
Menurut Steinford (1979), business is an institution which produces goods and services demanded by people yang artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba. Penguatan sebelum menjalankan proyek besar ini tentu kami bekali dengan business plan yang mereka rumuskan bersama kelompok, juga menghitung laba dan tentative kerugian yang terjadi jika produk tidak disukai oleh pasar. Produksi barang dagangan juga dilakukan oleh seluruh peserta didik bekerja sama antar anggota kelompok dengan tantangan ritme durasi yang terbatas saat pengerjaan di hari H.
Pelaksanaan kegiatan proyek dari tanggal 15 Februari 2023 dimulai dengan pembentukan kelompok, dilanjutkan diskusi business plan, kegiatan bazar BRIO pada hari kamis, 9 Maret 2023 yang dilaksanakan di halaman depan sekolah dan diakhiri dengan pengerjaan laporan penjualan serta evaluasi proyek bersama ustadz ustadzah sampai tanggal 15 Maret. Berikut kami sertakan informasi hasil capaian sesuai tujuan. Alhamdulillah, 80% siswa mengetahui produk makanan ataupun jasa yang baik dan bermanfaat untuk dipasarkan. Hal itu kami amati dalam setiap diskusi selama persiapan proyek. Alhamdulillah, 80% siswa terlatih menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kegiatan ekonomi. Kami melakukan penilaian dalam business plan dan laporan penjualan. Alhamdulillah, 80 % siswa mampu mengenal ragam profesi dan pekerjaan. Alhamdulillah, 80% siswa mengenal elemen gotong rotong, mandiri, dan berpikir kritis yang merupakan profil pelajar Pancasila. Kami melakukan pengamatan terhadap sikap siswa saat diskusi kelompok, keberanian, menyampaikan pendapat dan rasa tanggung jawab atas barang-barang dan area jualan saat hari H.
BRIO yang kami buka dengan meriah semoga tidak hanya sekedar euforia semata, tetapi ilmu wirausaha menancap di peserta didik dengan tetap menjunjung nilai keislaman, dan tentunya semoga pengalaman seru ini bisa menjadikan peserta didik semakin kreatif dengan ide ide jualannya, dan kelak menjadi seorang entrepreneur sejati.
Sumber: https://sdit.aluswahsby.sch.id/


