Ramadhan Fest, Mulai dari Zakat Fitrah sampai Sinergi Kakak Kelas

Oleh : Sulaikah Kurniawati (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)

Ramadhan Tiba…

Ramadhan Tiba…

Marhaban Yaa Ramadhan…

Marhaban Yaa Ramadhan…

Begitulah sepenggal lagu yang dinyanyikan siswa ketika berkegiatan menyambut Ramadhan Maret kemarin. Dengan wajah berseri, siswa beserta guru menyambut datangnya bulan Ramadhan. Siapa yang tak bahagia bertemu Ramadhan? Bulan yang keutamaannya berlimpah ruah. Obral pahala bertaburan. Syetan-syetan dibelenggu.

Karena begitu istimewa, maka perlu suatu program sekolah yang istimewa pula supaya bisa menguatkan siswa mengisi hari-hari puasa Ramadhan. Puasa yang identik dengan lapar, haus dan lemas, harus dikemas dalam atmosfer yang menyenangkan dan meaningful.

Ramadhan Fest, begitu saya menyebutnya, bentuk pendek dari Ramadhan Festival. Festival (dari Latin: festival, yang berasal dari kata dasar “festa” yang berarti pesta) umumnya berarti pesta besar atau acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Ramadhan Fest berisi rangkaian pesta besar berisi agenda siswa selama bulan Ramadhan. Filosofinya, kita sedang berpesta meraih banyak pahala dan kemuliaan Ramadhan.

Apa saja bentuk “pesta”-nya? Beragam. Bahkan lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dan seperti yang Al Uswah gaungkan, semua ada di sini. Maksudnya adalah, ada pembinaan ibadah, wawasan keislaman, penguatan iman, menumbuhkan jiwa sosial, bahkan mengasah keterampilan sosial. Sesuai dengan prinsip syumuliyatul Islam, kesempurnaan Islam yang menyeluruh. Syamil dan mutakamil.

Penasaran dengan “pesta” Ramadhan Fest? Simak berikut ini!

Islamic Course, berupa pemberian materi keislaman setiap hari yang bersumber dari target Standar Kompetensi Lulusan JSIT Indonesia. Materi diberikan secara berjenjang mulai dari fiqh thaharah, nabi ulul azmi sampai bab keimanan. Yang istimewa dari kegiatan ini adalah hadirnya kakak kelas SMAIT yang membantu mengisi materi kepemudaan dalam kelompok kecil. Sebanyak 14 siswa putri dan 15 siswa putra dari SMAIT Al Uswah Surabaya memberikan materi “Menjadi Pemuda yang Dirindukan Surga”.

Jika kita bertanya kepada siswa, apa arti zakat fitrah. Mereka pasti bingung karena belum pernah mempraktikan. Alhamdulillah, di Ramadhan kali ini, siswa kelas 1 sampai 6 berlatih zakat fitrah. Sebelumnya, mereka mendapatkan materi singkat tentang zakat fitrah. Lalu besoknya, masing-masing siswa menyampaikan zakat fitrah berupa beras ataupun uang ke tim panitia zakat. Tercatat dana zakat fitrah yang terkumpul sebanyak Rp. 14. 950.000 dan beras 258 kilogram. Rencananya, zakat fitrah ini akan diserahkan kepada 8 golongan mustahiq.

Malam Bina Iman dan Taqwa, disingkat mabit, yang juga bermakna bermalam. Siswa kelas 3,4 dan 5 bermalam di sekolah dengan beragam agenda kegiatan seperti tebar takjil, khataman, fun game, cerdas cermat serta yang paling utama berbuka dan salat tarawih. Secara berkelompok, siswa kelas 3 menginap di gedung Utara sedangkan siswa kelas 4 dan 5 menginap di gedung Selatan.

Pada agenda mabit kelas 4 dan 5, para kakak kelas SMPIT Al Uswah Surabaya berperan aktif sebagai pendamping kelompok. Sebanyak lima belas siswa mendampingi lima belas kelompok di setiap kegiatan siswa. Beberapa dari mereka menyampaikan bendera putih karena kewalahan menghadapi ulah adik kelas 4 dan 5. Yang sabar ya kakak … begitulah kalian dulu ketika SD he-he-he…

Safari Masjid, yang merupakan kegiatan paling gress sepanjang sejarah Al Uswah berdiri. Hehehe… Siswa kelas 6 bermalam dan melaksanakan iktikaf serta melayani umat di masjid sekitar sekolah. Mereka diberi tantangan untuk membantu prosesi berbuka dan sahur serta bersih-bersih masjid. Pada agenda ini juga melibatkan tiga kakak kelas SMAIT Al Uswah Surabaya.  

Untuk menumbuhkan jiwa sosial siswa, pada setiap bulan Ramadhan, selalu dilaksanakan kegiatan sosial. Kali ini kegiatan sosial terdiri dari bakti sosial, tebar takjil dan infaq masjid. Sebanyak 240 paket sembako disalurkan kepada tetangga sekolah. Di tengah guyuran hujan, siswa bersemangat menyampaikan bantuan menyusuri gang-gang kejawan gebang. Oh ya, dana yang digunakan adalah dana infaq siswa yang setiap hari dilatihkan oleh wali kelas.

Jika kelas 3 sampai 6 bermalam, maka adik kelas 1 dan 2 mencukupkan diri berbuka bersama dan tarawih di sekolah. Hari Jumat 14 April 2023, mereka datang bakda ashar ke sekolah, lalu memgikuti kegiatan sampai pukul delapan malam. Bisa dibayangkan betapa riuhnya sekolah dengan hadirnya mujahid-mujahidah kecil itu. Dua hari sebelum kegiatan Buka Bersama dan Tarawih, siswa kelas 1 dan 2  berkegiatan pada jam sekolah. Ada banyak ragam aktivitas yang bisa dinikmati siswa misalnya lomba rangking 1, lomba memakai sarung, serta membuat video lebaran.

Terakhir adalah challenge ibadah. Setiap jenjang mendapatkan target ibadah yang sesuai dengan usianya. Siswa kelas 1,2 dan 3 mendapatkan tantangan ibadah puasa full minimal 20 hari. Siswa kelas 4,5, dan 6 mendapatkan tantangan khatam tilawah Al Quran minimal 1x selama Ramadhan. Sampai tulisan ini disusun, sebanyak 135 dari 319 siswa kelas 4,5, dan 6 telah khatam. Kita cek nanti di akhir Ramadhan bertambah seberapa banyak.

Demikian sederet “pesta” kegiatan Ramadhan Fest SDIT Al Uswah Surabaya. Alhamdulillah, sedikit banyak pasti ada ketidaksempurnaan. InsyaAllah semua menjadi evaluasi program tahun depan. Semoga rangkaian kegiatan Ramadhan Fest ini bisa meninggalkan atsar kebaikan kepada siswa, menguatkan keimanan dan pola pikir sehingga bisa menjadi bekal ketika menjadi pemimpin kelak. Aamiin (Neea Sweet)

Insprirasi Guru Lainya