Mengalir Seperti Air
Mengalirlah seperti air. Demikian salah satu ungkapan yang sering kita dengarkan dalam percakapan keseharian. Ungkapan yang sangat menyejukkan untuk didengarkan ditengah mengalirnya berbagai macam persoalan akibat perubahan gaya hidup dan kehidupan yang sulit untuk ditahan. Semestinya semua orang harus siap dan dan bersikap seperti air mengalir dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Karena hakekat kehidupan itu adalah perubahan. Selagi masih hidup, pasti akan ada perubahan. Sehingga siapapun mestinya tidak perlu mencemaskan dan merasa takut dengan adanya perubahan. Karena baik diminta atau tidak diminta ia akan datang juga.
Mengalir saja seperti air. Sepertinya ungkapan ini perlu terus diulang-ulang. Karena kalau kita perhatikan tentang air, akan banyak pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Kita semua tentu mengetahuinya bahwa sebagian besar permukaan bumi kita terdiri dari air. Air sangat di perlukan oleh tubuh manusia. Tetapi meskipun sangat penting kedudukannya, air tidak pernah menolak untuk berada dimana saja. Dia kadang ada di tempat-tempat yang tinggi di pegunungan yang indah dan sejuk serta bersih udaranya. Dia juga ada di lautan yang luas bersama bermilyar flora dan fauna yang berada didalamnya. Kadang dia diatas angkasa menjadi awan dan hujan. Dia ada di telaga yang jernih dan dia ada juga di sungai yang keruh dan tidak enak baunya.
Mengalir seperti air itulah kehidupan sesungguhnya. Yang merasa diatas siap mengalir dan memberi manfaat kepada yang berada dibawahnya. Yang berada di bawah juga tidak merasa sengsara dan menderita karena ada yang siap memenuhi segala kebutuhannya. Mengalir kebawah berarti mensyukuri apapun yang diterimanya kemudian melihat apa saja yang ada di bawahnya. Dia melaksanakan segala amanat dan kewajibannya secara sungguh-sungguh tanpa membangga-banggakan kedudukannya. Mengalir ke bawah berarti dia siap menjadi apa saja setelah dari atas tanpa melihat kedudukan yang disandangnya sebelumnya.
Bagi yang masih merasa berada di bawah dan belum tercapai segala keinginannya, jadilah juga seperti air. Jadilah seperti layaknya telaga atau seperti yang lainnya. Tetap tenang dan terasa teduh ketika dipandang. Tetap memberi kesenangan dan pelayanan kepada siapa saja yang mendatanginya. Siapapun yang berada di didekatnya akan merasakan ketentraman. Airnya yang memantulkan warna langit yang kebiru-biruan menambah keelokan pemandangan alam di sekitarnya.
Suatu saat pasti panasnya matahari akan menerbangkannya menjadi awan, ia akan terbang di angkasa raya dan kemana saja selama waktu yang dikehendaki-Nya. Beberapa saat kemudian ia akan turun, menghujani puncak-puncak bukit dan pucuk-pucuk pepohonan. Ia akan membasahi dedaunan dan menyuburkan akar-akar tetumbuhan. Ia akan meresap di sela-sela rerumputan dan di dasar-dasar bebatuan. Ia kemudian menghuni dan tinggal di sumber-sumber air di sela-selah punggung bukit dan pegunungan.


