Menjadikan Waktu Berkualitas Saat Bersama Ananda
Oleh: Diana Agustin Tri Nugrahaeni, SKM, S.Pd (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya)
Orangtua yang sibuk bekerja bukan penyebab dari keterlambatan tumbuh kembang anak, akan tetapi kesibukan orangtua dalam bekerja menjadikan kurang terbentuknya kehangatan dalam pengasuhan yang menyebabkan tumbuh kembang anak kurang optimal. Namun demikian, sekalipun orangtua bekerja di rumah, tetap tidak menutup kemungkingan kurangnya kehangatan dalam pengasuhan terhadap anak.
Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kehangatan dalam pengasuhan adalah komunikasi yang terjalin antara anak dan orangtua terbatas. Hal ini dapat dilihat dari waktu kebersamaan orangtua dengan anak sangat minim. Untuk itulah perlu adanya komunikasi yang berkualitas agar kehangatan dalam pengasuhan bisa diterima oleh anak. Minimnya waktu yang dimiliki oleh orangtua bekerja, ataupun tidak adanya kebersamaan yang sengaja dijalin oleh orangtua di rumah menjadi sebuah problematika penting yang harus diselesaikan.
Orangtua sering tidak tahu bagaimana membangun komunikasi berkualitas dengan anak. Kebanyakan orangtua hanya berkomunikasi ketika anak melakukan kesalahan atau menggunakan kalimat yang biasa digunakan ketika berkomunikasi dengan orang dewasa. Komunikasi merupakan faktor penting dalam pengasuhan. Sehingga kesibukan bukan penghalang untuk menciptakan kehangatan antara orangtua dan anak.
Bagi orangtua yang bekerja maupun tidak, sering terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan quality time. Pemahaman yang banyak dittemui di antaranya mengenai mengantar anak ke sekolah, menemani ketika sebelum tidur, menemani belajar dianggap sudah melakukan waktu yang berkualitas. Hal tersebut bisa menjadi benar dan bisa juga menjadi salah karena belum tentu aktivitas yang dilakukan oleh anak dan orangtua tersebut merupakan waktu yang berkualitas, bisa jadi hanya menghabiskan waktu bersama di satu tempat tapi tidak ada komunikasi berkualitas di dalamnya.
Mengantar ke sekolah anak setiap pagi, saling bercerita di perjalanan atau berkumpul bersama anak sebelum tidur dengan bercerita atau bercanda di dalamnya bisa merupakan proses kehangatan yang diberikan orangtua kepada anak. Diharapkan akan adanya quality time dalam momen keluarga, yang lebih memunculkan kecintaan dan kehangatan. Ketika hubungan keluarga menjadi renggang, dingin dan terjadi miskomunikasi adalah beberapa dampak yang mucul akibat quality time yang terabaikan.
Maka, penting untuk melaksanakan quality time dengan baik, karena dengan hal itu dapat menyiapkan anak-anak untuk menjadi generasi yang lebih baik lagi karena tumbuh kembangnya terpenuhi dengan optimal. Waktu anak atau seseorang yang dikasihi mendapat perhatian penuh dari seseorang, yang mempunyai tujuan untuk memperkuat hubungan diantara mereka. Quality time bukan sekedar kumpul keluarga, tidak hanya sekedar bertemu secara fisik, namun benar-benar meluangkan waktu untuk memperoleh dan memberikan perhatian secara penuh dan melakukan komunikasi efektif yang akhirnya akan mempererat hubungan antara anak dan orangtua.
Komunikasi pada anak usia dini memiliki beberapa syarat di antaranya:
- Orangtua perlu memilih waktu yang tepat.
- Bahasa yang digunakan harus mudah dan dapat dimengerti.
- Sikap dalam berkomunikasi perlu diperhatikan.
- Jenis kelompok di mana komunikasi itu dilaksanakan
Sumber: https://sd2.aluswahsby.sch.id/


