Berbagi Peran Orangtua Dan Kakek Nenek Dalam Pendidikan Anak

Oleh : Diana Agustin Tri Nugrahaeni, S.Pd (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya)

Keberadaan kakek dan nenek memang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Kakek nenek adalah salah satu sumber bantuan, dukungan, dan dorongan dalam merawat dan mengasuh anak. Dalam hal kasih sayang tentunya tak usah diragukan lagi. Kedekatan antara cucu dan kakek nenek dapat menguntungkan dua belah pihak . Bagi cucu, kakek nenek dapat melengkapi pemenuhan kasing sayang selain dari orang tua mereka, yaitu untuk mendapat kasih sayang yang utuh dari keluarga besar  dan orang-orang di sekitarnya.

Anak-anak yang tumbuh dalam balutan kasih sayang yang besar dari keluarga, akan menjadi anak yang timbuh di lingkungan akrab dan hangat dengan dukungan keluarganya. Terkadang dalam masalah pengasuhan muncul suatu masalah antara pihak kakek dan nenek dengan orang tua disisi lain. Seperti hal yang menyangkut peraturan yang telah dibuat oleh orang tua namun telah dilanggar oleh kakek dan nenek karena tidak adanya persetujuan antara dua pihak. Kakek nenek merasa punya aturan sendiri yang menurut mereka baik untuk anak. inisiatif membuat aturan sendiri inilah yang rentan memercikkan api konflik antara kakek nenek dan orang tua.

Pola asuh yang tidak sejalan dapat membuat anak kebingungan, harus mengikuti aturan yang dibuat kakek dan nenek atau orang tuanya. Selain kebingungan, sikap mandiri pada anak juga sulit untuk dibentuk dan dikembangkan. Pola asuh yang diterapkan kakek dan nenek terlalu memanjakan anak, akibatnya anak cenderung lebih bersikap santai, tidak terlalu menaati peraturan, kurang mandiri dan manja. Hal-hal inilah yang bisa membuat keharmonisan antara orang tua dan anak kurang.

Sebenarnya dalam pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua dan kakek nenek tidak ada yang salah, semuanya sama. Hanya penerapannya saja yang berbeda. Jika kakek nenek menerapkan pola asuh membesarkan anaknya yang dilakukannya pada zaman dahulu yang hasilnya positif berhasil. Namun berbeda zaman juga berbeda pola penerapannya.

Konflik yang terjadi antara orang tua dengan kakek dan nenek mungkin terjadi akibat adanya perbedaan cara pandang mereka dalam pengasuhan anak. Namun hal ini dapat dilakukan dengan cara didiskusikan dan disepakati antara oranng tua dengan kakek dan nenek.

  1. Bicarakan tentang pengasuhan anak secara terbuka. Sampaikan harapan terhadap kakek nenek dalam merawar dan menerapkan pola asuh pada anak dan tentunya harus ada kesepakatan dalam pengasuhannya.
  2. Hargai setiap pendapat kakek nenek yang mempunyai pandangan yang berbeda. Setiap adanya pendapat yang berbeda, orang tua juga harus menjelaskan tujuan dan harapan anak dalam pola asuhnya.
  3. Ajak kakek nenek untuk menambah pengetahuan, seperti mengajak untuk mengikuti seminar parentingatau hal yang berhubungan dengan perawatan anak.
  4. Jalin keakraban antara orang tua dan kakek nenek agar tidak terjalin perselisihan.

 

Ketika pola asuh yang ditegakkan oleh orang tua, diterapkan pula pada pola asuk kakek dan nenek, maka anak tidak akan merasa kebingungan tentang aturan yang berlaku di rumahnya. Namun perlu diingat, sekali lagi tanggung jawab utama dalam mengasuh anak ada di tangan orang tua, sebisa mungkin orang tua mampu membagi waktu yang baik dalam urusan pekerjaan dan mengasuh anak. Karena bakti seorang anak pada orang tua tentu tidak lagi membebani orang tua saat sudah dewasa. Hal ini seperti siklus yang berputar, saat ini kita menjadi orang tua yang meminta kakek nenek untuk mengasuh anak, jika kita lakukan hal tersebut, maka tak menutup kemungkinan hal serupa akan dirasakan kelak jika sudah menjadi kakek dan nenek

Sumber: website : www.sd2.aluswahsby.sch.id

Artikel Lainya