Catatan Perjalanan KML 2024, Selalu Ada Cerita Dan Hikmah
Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Wakasis SDIT Al Uswah Surabaya)
Mengapa pahala orang yang belajar disejajarkan dengan pahala berjihad? Karena memang sesulit itu yang namanya belajar. Sesulit itu meninggalkan keluarga selama 6 hari untuk belajar. Sesulit itu pula menuntaskan tugas padat merayap dengan deadline pendek. Tidur cuma 2-3 jam saja. Jalan kaki dari tempat menginap ke lokasi belajar. Di tengah udara dingin dan kepala yang isinya kira-kira bajuku cukup ndak ya sampai akhir pekan serta ada dokter gigi nggak ya di sini karena gigiku mulai ngilu.
Harus tetap kuat. Harus bisa. Gak ada pilihan lain selain lulus kursus. manusia maunya yang enak-enak saja. Hidup mulus nyaman menjalani rutinitas tanpa beban. Gaji lancar. Berangkat pagi pulang petang. Tapi seringkali kita dihadapkan pada kondisi gak enak tapi tetap harus menjalani. Tanpa harus mengeluh. No excuse. Dan disitulah karakter kita dibentuk. Kesabaran kita diuji. Seberapa tangguh kita. Seberapa hidup jiwa kita.
Bersyukur berada di sini. Jika setahun yang lalu bertemu para pelatih hebat di Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar KMD. Sekarang pun begitu. Bertemu dengan pelatih-pelatih keren dan orang-orang hebat dengan karakter beragam. Tidak salah bila Magetan dipilih sebagai lokasi kegiatan. Lereng gunung Lawu Magetan menghadirkan pemandangan alam dan hawa dingin tentunya. Indah sekali. Penduduknya juga ramah. Dua lokasi yang digunakan yaitu kampung susu Singolangu dan Ndalem Prabu.
Di kampung susu, kami berinteraksi dengan penduduk dengan menginap di rumah mereka. Ada aktivitas panen bersama pada hari Rabu pagi. Dari Kampung Susu kami menuju lokasi kedua dengan mobil off-road. Ndesit banget. Setua ini baru pertama naik off-road. Di lokasi kedua,Ndalem Prabu kami mendirikan tenda. View nya cakep. Makanan enak. Semoga bisa ke sana lagi .
Fokus materi Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan KML pada pengelolaan gugus depan dan sedikit review materi. Alhamdulillah banyak notes penting yang bisa dijadikan rencana tindak lanjut untuk sekolah. Yang paling unik adalah kisah si telur bernama komitmen. Ada sebutir telur yang harus dijaga selama 6 hari berkegiatan. Tidak boleh pecah tidak boleh hilang. Kalau beli baru akan ketahuan karena ada tanda tangan pelatih di situ.
Alhasil kami overthinking di awal. gimana caranya telur itu aman. Mulailah muncul ragam ide² kreatif untuk mengemas telur dengan aman. Mulai dari dimasukkan gelas lalu ditutup dengan tisu. Bahkan ada yang make over botol air mineral lalu telur dimasukkan ke situ dan dijadikan kalung yang bisa dibawa ke mana mana. Yang lucu, kalo ada benda yang jatuh, seperti handphone kita akan berseru “Alhamdulillah bukan telur yang jatuh” Segitunya.
Telur diibaratkan sebuah komitmen dan amanah yang diberikan. Sebagai kiasan, di dalamnya terdapat kehidupan adik² peserta didik yang harus kita jaga dengan benar sebagai pembina. Bagaimana cara menyampaikan ilmu, mendidik bahkan meng-create acara Pramuka harus benar-benar memperhatikan para peserta didik. Jangan sampai komitmen dan amanah itu tidak tertunaikan atau bahkan disalahgunakan.
Lalu apa yang terjadi dengan telur saya? Pecah dong pada H-1 menjelang api unggun gegara kesalahan pribadi. Duduk gak liat² ada tas dan praaak… Hancur deh hati gue. Mau gak mau ya harus bertanggung jawab ya gaes.
Kegiatan akhir malam itu berupa Tantangan Malam berupa pengambilan komitmen kami sebagai pembina paripurna dengan mengucap Tri Satya. Masya Allah sukses mengaduk emosi dan menguatkan nasionalisme. Lebih-lebih ketika menyanyikan lagu Tanah Air. Berasa gak banyak yang bisa dilakukan untuk negeri indah bernama Indonesia ini.
Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan dan pelantikan kelulusan kursus. Untuk peserta KMD mendapatkan tanda jabatan pembina. Sedangkan untuk peserta KML mendapatkan pita mahir dan selendang mahir. Biyuh…berasa keren aja diri ini pake selendang mahir. Padahal ya masih jauh api dari panggang. Masih cupu. Alhamdulillah Selamat para pembina hebat. Perjalanan tidak berhenti ketika kursus berakhir. Justru dimulai lagi episode berikutnya dengan tantangan yang lebih besar. Semoga bisa amanah dengan ilmu baru yang didapat. (Neea Sweet)


