Didiklah Anakmu Sesuai Dengan Zamannya

Oleh: Bagus Subuh Hadi (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Siapa yang lahir di tahun 80an-90an? Yang lahir pada rentang waktu tahun 1980-1990 mereka disebut dengan generasi milenial pertama. Karena pada generasi ini mengalami lompatan teknologi yang luarbiasa. Saya masih mengalami mengetik dengan mesin ketik, disaat itu pula komputer mulai berkembang. Dengan program DOS yg populer saat itu. Dengan disket sebagai alat penyimpanan data, yg lebarnya seperti buku tulis. Saya juga mengalami peralihan dari TV hitam putih menuju ke TV berwarna. Dengan masih berbentuk TV tabung.
Hiburan sandiwara radio juga masih populer saat itu. Seperti misteri gunung berapi, satria madang kara, tutur tinular. Dg para tokohnya seperti kamandanuh, mak lampir, ninit pelet dan lain-lain. Dan anehnya teknologi saat itu jika mengalami kerusakan cukup dengan digebrak TV atau radionya bisa normal lagi.
Dan ini ternyata sejajar dengan cara pendidikan saat itu, dimana guru dan orang tua saat mendidik murid dan anak-anaknya dengan cara kedisiplinan yang lebih pada fisik. Seperti dijewer, dipukul, dicubit, dan itu lumrah pada saat itu. Anak-anakpun tidak dendam pada guru dan orang tuanya. Bahkan generasi ini terkenal kekuatan mentalnya dengan didikan seperti ini. Seperti halnya TV yg rusak tadi, dengan gebrakan/pukulan jadi normal lagi.
Berbeda dengan sekarang, dimana teknologi berkembang pesat dengan dibarengi munculnya internet. Teknologi saat ini secara sistem memang bagus, tapi rentan dengan kerusakan. Mana ada sekarang TV LED jika rusak lalu digebrak, bisa-bisa malah pecah layar LEDnya.
Begitu juga dengan generasi dan anak-anak kita saat ini, mereka cerdas secara intelektual tapi lemah secara mental.
Maka didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, kata Ali Bin Abu Tholib. Kekerasan fisik sudah tidak sesuai dengan pendidikan saat ini, tapi kelembutan dan dialog lebih pas untuk diterapkan.
Allah berfirman dalam Surat Al-Imran ayat 159: ” Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”.
 
*tulisan di Fb Bagus Subuh Hadi

Insprirasi Guru Lainya