Gelar Pelatihan Metode Baca Al-Qur’an Terpadu IWR, SD Al Uswah 2 Siap Menjadi Pelopor dan Percontohan di Surabaya
Oleh: Ahmad Askhabul Kahfi, M.Ag (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya)
SD Al Uswah 2 Surabaya selenggarakan pelatihan metode baca Al-Qur’an terpadu ‘Ilman Wa Ruuhan (IWR) secara intensif pada hari Kamis (14/07) guna menyambut tahun ajaran baru 2022/2023. Bertempat diruang kelas 3 Umar SD Al Uswah 2, acara dimulai pada pukul 08.00 – 16.30 WIB. Dihadiri oleh para koordinator Al-Qur’an mulai dari jenjang SDIT, SMPIT dan SMAIT Al Uswah Surabaya dan seluruh pengajar SD Al Uswah 2. Berbeda dari masing-masing jenjang, Ustadz Mizan selaku kepala sekolah SD Al Uswah 2 dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh pengajar dilingkungan kerjanya juga merangkap sebagai pengajar al Al-Qur’an.
“Jika diperbolehkan, security dan CS akan saya ikutkan pelatihan ini. Karena di SD Al Uswah 2 seluruh pengajarnya harus mengajarkan al-Al-Qur’an.” tegas Ustadz Mizan. Pelatihan yang idealnya dilaksanakan 2 hingga 3 hari tersebut justru diringkas menjadi 1 hari saja dengan memadatkan materi-materi yang penting untuk disampaikan. Ustadz Edi Purwanto selaku Ketua Tim P2Q (Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an) JSIT Wilayah Jawa Timur hadir sebagai narasumber. Bersama Ustadzah Anik Susiati selaku Penjamin Mutu P2Q JSIT Wilayah Jawa Timur, secara bergatian kedua narasumber tersebut menyampaikan materi pelatihan kepada para peserta.
Diketahui sebelum menggunakan metode IWR seluruh jenjang dilingkungan SIT Al Uswah Surabaya menerapkan metode baca Al-Qur’an Ummi. Rencananya seluruh jenjang di lingkungan SIT Al Uswah Surabaya beralih menggunakan metode baca Al-Qur’an terpadu IWR. Metode ini dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pendidikan Al-Al-Qur’an Sekolah Islam Terpadu (BP2Q SIT) Indonesia. Diadakannya pelatihan metode baca Al-Qur’an terpadu IWR adalah bentuk kesungguhan SIT Al Uswah Surabaya dalam mengembalikan metode baca Al-Al-Qur’an kepada khittoh-nya.
Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sebagai ibu kandung dari seluruh Sekolah Islam Terpadu di Indonesia merumuskan metode baca Al-Qur’an terpadu IWR agar selaras nilai-nilai khas Sekolah Islam Terpadu di setiap kegiatan terutama belajar Al-Qur’an. SD Al Uswah 2 Surabaya menyambut baik keinginan JSIT tersebut dengan menerapkan metode baca Al-Qur’an terpadu IWR tepat pada tahun ajaran baru 2022/2023 nanti. Meski memiliki waktu yang terbatas untuk memperdalam pengetahuan tentang metode IWR, Ustadz Mizan optimis bahwa SD Al Uswah 2 Surabaya bisa menjadi pelopor dan percontohan penerapan metode IWR bagi seluruh jenjang dilingkungan SIT Al Uswah Surabaya.
Ustadz Edi menjelaskan bahwa metode baca Al-Qur’an terpadu IWR memiliki keunggulan dibanding metode yang lain. Keunggulan tersebut ditunjukkan dengan tagline-nya yaitu ‘ilman wa ruuhan, fasih, dan santun. Bahwa metode IWR layaknya metode baca Al-Qur’an lainnya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kaidah membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sehingga diharapkan dapat membaca dengan lancar, tepat pengucapan huruf-huruf dan memperindah bacaan dengan nada sebagaimana metode lainnya. Capaian tersebut sebagaimana yang terkandung dalam makna kata ‘ilman dan fasih.
Standar kelulusan metode IWR melibat juga penilaian sikap dan adab dalam belajar Al-Qur’an. Mengutip riwayat Aisyah ra. yang menerangkan tentang akhlak Rasulullah Muhammad Saw. seperti halnya Al-Qur’an. Dapat difahami bahwa Al-Qur’an yang merupakan Kalam Allah sebagai petunjuk dan pedoman hidup agar selamat di dunia maupun akhirat tercermin dalam sikap dan perilaku Nabi Muhammad sehari-hari. Impelementasi dari pemahaman hadis tersebut adalah adanya perubahan sikap dari yang kurang baik menjadi lebih baik setelah belajar Al-Qur’an. Tujuan tersebut dapat diraih dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai asupan nutrisi penting untuk kesehatan ruhani manusia.
Hal inilah yang tidak ada dalam jaminan kualitas lulusan metode baca Al-Qur’an lain. Sedangkan makna ruuhan dan santun adalah wujud dari perubahan sikap dan karakter yang menjadi jaminan mutu lulusan metode baca Al-Qur’an IWR.


