Istimewanya Membaca Al Qur’an di Bulan Ramadhan

Oleh: Mondzir Al Hasani, M.HI (Guru SMPIT Al Uswah Surabaya)

Salah satu yang membedakan antara membaca al-Qur’an dengan membaca bacaan yang lain terletak pada pahalanya. Di mana orang yang membaca bacaan selain al-Qur’an tidak diberikan pahala pada bacaannya, namun bagi orang yang membaca al-Qur’an akan mendapatkan pahala di saat membacanya. Karena memang al-Qur’an secara definisi yang disampaikan oleh akram ad-daylamiy adalah

الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ هُوَ كَلَامُ اللهِ -تَعَالَى-، الْمُنَزَّلُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ-، الْمُعْجِزُ بِلَفْظِهِ، الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ،

Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan mukjizat pada lafadznya dan diberikan pahala dengan membacanya.

Bahkan Rasulullah saw secara khusus menyampaikan bahwa tidak hanya diberikan pahala saat membacanya akan tetapi diberikan pahala dalam setiap huruf-huruf yang dibacanya, sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi No. 2910

مَنْ قَرَأَ حَرْفًاً مْنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُوْلُ آلم حَرْفٌ وَلكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya mendapatkan satu pahala. Dan satu kebaikan (pahala) itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan (pahala), saya (Rasulullah) tidak mengatakan الم (alif, lam, mim) itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf

Secara umum hadits ini menjelaskan tentang keutamaan membaca al-Quran yang persatu hurufnya diberikan 10 kebaikan dalam waktu dan di bulan apapun. Namun khusus di bulan Ramadhan bagi orang yang membaca al-Qur’an persatu hurufnya akan dilipatkan lebih dari 10 kebaikan sebagaimana dijelaskan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim No. 1151

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

Setiap perbuatan manusia akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan menjadi 10 kali kebaikan, bahkan bisa dilipatgandakan menjadi 700 kali kebaikan.

Hadis ini memang tidak secara khusus menyebut keutamaan membaca al-Qur’an. Namun kita bisa memahami bahwa semua perbuatan juga   termasuk membaca al-Qur’an. Maka dari itu kalau kita memperhatikan pahala orang yang membaca al-Qur’an persatu hurufnya diberikan pahala sebanyak 10 kebaikan di luar bulan Ramadhan maka pahala membaca al-Qur’an di bulan Ramadhan persatu hurufnya akan dilipatgandakan menjadi 100 kebaikan bahkan bisa sampai 7.000 kebaikan. Lalu bagaimana ketika ada orang Islam membaca al-Qur’an berupa bacaan alif,lam,mim (الم) maka bis akita hitung dengan 700 X 3= 2.100 kebaikan.

Membaca al-Qur’an adalah ibadah yang sangat luarbiasa di bulan Ramadhan karena memang bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an sehingg sangat wajar ketika membaca al-Qur’an termasuk salah satu ibadah yang sangat spesial di bulan Ramadhan sebagaimana yang difirmankan oleh Allah di dalam surat al-Baqarah ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Bulan Ramadhan adalah bulannya al-Qur’an. Momentum inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa membaca al-Qur’an sangat dianjurkan di bulan Ramadhan dan menjadi ibadah yang sangat digemari oleh orang-orang Islam.

Keistimewan inilah yang menjadi alasan para ulama terdahulu sangat gemar membaca al-Qur’an di bulan Ramadhan. Imam Syafi’I misalnya, ketika bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan al-Qur’an 2 kali dalam sehari. Imam Ahmad di luar bulan Ramadhan mengkhatamkan al-Qur’an selam 7 hari dan di dalam bulan Ramadhan beliau hanya butuh 3 hari untuk mengkhatamkan al-Qur’an. Bahkan penulis punya guru yang setiap bulan Ramdhan berusaha setiap hari khatam 1 kali al-Qur’an.

Mengkhatamkan al-Qur’an dalam sehari 2 kali khatam seperti Imam Syafi’i. jawabannya sangatlah mungkin karena Imam Syafi’I seorang hafidzul qur’an. Orang yang baru hafal al-Qur’an saja bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu 3 jam. Apalagi sekelas Imam Syafi’i.

Oleh karenanya kita juga harus merencanakan dan menargetkan bacaan al-Qur’an kita di bulan Ramadhan ini. Barangkali tidak bisa khatam 1 kali dalam sehari kitab isa memilih yang 1 kali khatam dalam 3 hari. Tidak mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 3 hari kitab isa memilih khatam 1 kali dalam satu pekan atau minimal kita bisa menargetkan khatam 3 kali dalam sebulan Ramadhan. Bahkan mungkin kita mengusahakan khatam 1 kali khatam dalam sebulan Ramadhan sesuai kemampuan dan kesungguhan kita. Semoga kita semua mampu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan al-Qur’an bagi kita dengan cara membaca sebanyak-banyaknya dan mentadabburi makna dan tafsirnya.

Insprirasi Guru Lainya