Jadi Ibu Yang Cantik, Ini Caranya
Oleh : Sulaikah Kurniawati (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Menjadi ibu adalah sebuah anugerah. Seorang ibu tidak hanya sekedar mengandung dan melahirkan namun juga memberikan sentuhan kehidupan kepada anak manusia. Ibu akan menyediakan segala sesuatu kebutuhan anak. Bahkan sampai menghilangkan ego serta keinginannya demi sang anak. Oleh karena itu, peran ibu sangat penting dan menjadi center of family. Bahkan ada anekdot yang mengatakan bahwa kalau ibu sakit, rumah berantakan.
Pada konsep Islam, posisi Ibu sangat dimuliakan. Tercatat setidaknya ada 10 ayat baik Al Quran maupun hadits yang memuliakan Ibu baik secara personal maupun sebagai orang tua. Salah satunya yang popular adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi : “Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, “Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?” Beliau mengatakan, “Ibumu.” Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ibumu.” Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ibumu.”Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ayahmu.” Posisi Ibu mendapatkan keutamaan tiga kali lipat jika dibandingkan Ayah. Tentunya tidak berarti mengecilkan peran Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga. Hanya memberikan stressing betapa pentingnya peran Ibu.
Di sisi lain, dijumpai beberapa image kurang sedap terkait Ibu. Sosok yang mudah marah dan bawel mungkin salah satunya. Alih-alih ingin menasehati para ananda, berbalik arah menjadi ngomel. Nasehat hanya akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Selain itu, secara fisik, seorang Ibu kerapkali identik dengan berpakaian daster, wajah kusam jerawatan dan bau kompor. Balik lagi ke paragraf pertama, seringkali ibu mengorbankan ego dan keinginananya untuk anak. Mulai dari bangun pagi sampai kembali tidur, seorang Ibu memastikan segala sesuatu yang baik tentang anak. Akibatnya tidak lagi memperhatikan sisi personalnya bahkan sampai muncul keluhan-keluhan dari sosok Ibu.
Oleh karena itu, penting bagi seorang Ibu untuk menjaga “kewarasan” selama mengemban tugas sebagai Ibu. Menjaga pikiran supaya tetap positif sehingga terpancar aura cantik dan segar. Hal yang mungkin remeh tapi ternyata memberikan efek positif setidaknya mengurangi level mengeluh pada Ibu.
Bagaimana caranya?
Setidaknya ada lima tips bagi Ibu untuk tetap cantik
Pertama, menerima sepenuh hati peran sebagai Ibu baik itu ibu rumah tangga maupun ibu plus wanita karir. Sekarang bukan jamannya lagi mempertentangkan mana yang lebih baik antara ibu rumah tangga maupun ibu wanita karir. Apapun pilihannya, seorang ibu tetaplah ibu. Tetap mulia. Semua ada porsinya semua ada tantangannya masing-masing. Seorang Ibu tidak perlu iri apalagi dengki dengan peran Ibu lain yang dianggap lebih baik atau wow. Maka perlu sikap sadar dari kita terhadap semua pilihan yang diambil. Sikap penerimaan diri terhadap status dan peran diri akan membantu kita lebih tenang dan ikhlas.
Beberapa cara untuk bisa menerima diri sepenuh hati adalah meluruskan niat, mengenali kelebihan kekurangan diri serta meredam kritik terhadap diri sendiri. Ibu bisa perlahan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, menjaga keseimbangan antara tugas dan kebutuhan diri. Salah satu bagian tersulit dari peran ibu adalah menjaga keseimbangan waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Pasti sulit untuk mengetahui berapa banyak family time yang harus diberikan untuk keluarga. Tapi ibu akan terbantu dengan menentukan batasan yang baik untuk diri dan waktu Ibu. Luangkan waktu untuk me time. Me time tidak harus lama dan menguras isi kantong. Hal-hal sederhana yang disukai bisa jadi sarana me time misalnya makan mie kuah pedas atau menulis diary, atau bisa juga dengan merawat wajah dengan memakai face mask. Banyak pilihan. Ibu bisa memilih sesuai kebutuhan dan kesenangan diri. Setidaknya dengan meng-alokasikan me time, mengurangi gejala burnout.
Ketiga, jangan melakukan semua pekerjaan sendiri. Banyak dari ibu yang tidak menggunakan asisten rumah tangga dengan alasan bisa mengerjakan sendiri. Memang itu tidak salah. Namun jika hal tersebut membuat kita mudah burnout atau stress karena kelelahan sehingga rentan emosional, maka mencari asisten rumah tangga perlu dipertimbangkan. Mungkin supaya lebih hemat, tidak perlu ART yang yang full time menginap di rumah, tapi ART yang part time, misalnya hanya setrika dan bersih-bersih rumah saja. Setidaknya dengan cara ini membuat kita punya stok waktu untuk diri sendiri dan bisa mengurangi tingkat stress ibu. Bahaya lho Bunda, jika sering marah-marah ke anak.
Keempat, bergabung dengan komunitas positif Satu hal yang membuat mudah lelah dan jenuh adalah tidak bertemu dengan sesama orang dewasa untuk bisa diajak ngobrol atau diskusi. Dengan suami mungkin sudah, namun terbatas waktu dan tempatnya, apalagi yang kondisinya LDM atau Long Distance Marriage. Maka perlu bagi Ibu untuk mencari komunitas untuk tempat berbagi. Misalnya saja komunitas orang tua dari kelas ananda. Ibu bisa mengusulkan untuk diadakan pertemuan rutin baik online maupun temu darat untuk membahas topik parenting atau mengkaji Al Quran misalnya. Ini akan membantu ibu bersosialisasi, dan memberi ibu kesempatan untuk berbincang dengan orang lain layaknya orang dewasa.
Last but not least, jaga iman jaga mood. Kualitas dan kuantitas amal ibadah sebanding dengan kestabilan emosi. Semakin banyak ibadah maka semakin tenang secara emosi, semakin tidak mudah marah dan berpikiran jernih. Ibu bisa membuat target ibadah setiap hari atau setiap pekannya. Selain menjaga ibadah wajib, ibu juga bisa menambah dengan ibadah sunnah seperti salat dhuha, salat rawatib maupun tilawah Al Quran. Bisa juga disinergikan dengan program komunitas yang diikuti Ibu.
Demikian tips singkat menjadi ibu cantik. Menjadi ibu bukan hal yang mudah. Ada banyak sekali yang harus dilakukan sementara hanya sedikit apresiasi yang diterima. Namun pahala berlimpah menanti ibu di akhirat kelak. Berbahagialah menjadi ibu karena akan selalu ada di hati anak-anak. Mereka akan mengingat momen manis bersama ibu bertahun-tahun yang akan datang.
*Parenting Komite SMPIT Al Uswah Surabaya


