Jalani PTM Terbatas dengan Hybrid Learning

Oleh : Evi Fuji Andini, S. Pd. Tanggal : 25 September 2021

Semenjak WHO mengumumkan status pandemi covid 19 pada tanggal 11 Maret 2020, semua kementerian membatasi kegiatannya termasuk kegiatan tatap muka di sekolah. Kemendikbud mulai bulan Maret yang lalu mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah dan meniadakan pembelajaran tatap muka untuk membatasi penyebaran virus covid 19 di kalangan pendidikan. 

Hampir dua tahun seluruh siswa dan ustadz/ustadzah menjalani pembelajaran secara online. Berbagai upaya juga dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran supaya bisa berjalan dengan lancar. Berawal dari  belum mengenalnya berbagai platform pembelajaran menjadi bisa dan mahir dalam menggunakan berbagai platform pembelajaran seperti zoom meeting, quiziz, kahoot, canva, dan  lain sebagainya. Hal tersebut juga salah satu upaya yang dilakukan oleh pusdiklat Al Uswah dalam meningkatkan kapasitas seluruh pegawainya.

Boleh dibilang, kita semua sudah merasa dalam zona nyaman selama menjalani pembelajaran jarak jauh secara online ini. Akhirnya, pada tanggal 27 Agustus 2021 pemerintah provinsi Jawa Timur melayangkan nota dinas dengan  nomor 420/5137/101.1/2021 yang berisi tentang ‘Pembelajaran Tatap Muka Terbatas untuk SMA/SMK/SLB (Negeri dan Swasta)’. Oleh sebab itu sekolah bergegas untuk menyusun strategi dalam mengupayakan PTM Terbatas dengan sistem hybrid lerning.

Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam (Enggar Harususilo dalam Kompas.com). Alhamdulillah sejak hari Rabu, 15 September 2021 SMAIT Al Uswah Surabaya telah melaksanakan hybrid learning. Dengan dukungan dan kerja keras pihak sarana prasarana sekolah dan seluruh ustadz/ustadzah, Alhamdulillah hybrid learning di SMAIT Al Uswah berlangsung sukses.

Untuk mendukung pelaksanaan PTM, sekolah juga membentuk tim satgas covid 19 dari civitas tenaga kependidikan dan siswa. Adapun siswa yang hadir di sekolah terjadwal dua kali dalam sepekan. Dan tiap kelasnya hanya terdapat 25% dari jumlah siswa tiap kelas.

Artikel Lainya