Kerjasama Antara Orangtua Dan Guru
Oleh: Bagus Subuh Hadi (Guru SDIT Al Uswah Surabaya)
Sejatinya, pendidikan adalah proses kerja tim yang meliputi guru/sekolah, orang-orang di sekitar anak (teman, keluarga, dan lain-lain), dan kita sebagai orang tua. Guru adalah partner kita dalam mendidik anak. Ia faktor tunggal yang menentukan keberhasilan pendidikan kita. Jadi, jangan ragu untuk mencampuri proses pendidikan anak dengan dalih, “Itu, kan , tugas guru di sekolah.”
Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak secara langsung dipengaruhi oleh interaksi orang tua pada proses pendidikannya. Anak pasti akan lebih bersemangat belajar dan berangkat ke sekolah jika kita sebagai orang tuanya juga antusias.
Ada satu hal yang harus dipatuhi semua orang tua terkait kerja sama dengan guru anak: Hormati guru anak kita. Banyak kejadian di mana orang tua kerap menyalahkan guru ketika terjadi sesuatu yang negatif pada anaknya, mendapat nilai jelek, di- bully teman, bahkan ketika anak dihukum karena melakukan kesalahan. Meski tak setuju dengan guru, hindari menyatakannya secara terang-terangan di depan anak, karena bisa membuat anak tak respek pada gurunya. Komunikasikan semua ketidaksetujuan, pertanyaan, dan protes kita dengan cara yang baik dan bertanggung jawab.
Guru dan orang tua adalah tim dalam pendidikan anak. Maka kerjasama ini harus saling menguatkan, bukan menjatuhkan. Saling mengisi kekurangan, bukan mencari kesalahan.
Maka dari itu diperlukannya kerjasama antara guru dengan orang tua dalam melaksanakan pembelajaran, dimana kedua belah pihak bisa saling memahami, mengenal, menghormati, serta dapat mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan dengan baik.


