Malam Bina Iman Dan Taqwa SMAIT Al Uswah Surabaya
Oleh: Tim Kesiswaan (SMAIT Al Uswah Surabaya)
Sebagai seorang muslim, keimanan kepada Allah adalah suatu hal yang tak cukup hanya diucapkan lewat lisan. Keimanan juga harus tercermin dalam perilaku di kehidupan sehari-hari. Menjadi muslim yang tangguh adalah salah satu usaha kita untuk lebih mengenal Allah, mengembalikan semua permasalah kepada-Nya, serta meyakini akan datangnya janji yang telah disampaikan-Nya melalui Rasulullah.
Jalan spiritualitas adalah proses untuk mengenali diri sendiri, proses mencari jati diri, serta proses dalam berdamai dengan masalah yang menerpa. Perjalanan spiritual bertujuan untuk memindahkan kita secara rohani, membentuk kita menjadi pribadi yang baru dengan banyak pemahaman baru. Perjalanan yang dilalui oleh setiap individu ini dapat menjadi refleksi dan cerminan diri, kembali melihat ke belakang untuk mengevaluasi banyak hal dan kemudian membantu tiap-tiap pribadi kembali menumbuhkan rasa tangguh akan setiap permasalahan yang dihadapinya.
Ketangguhan bukanlah suatu hal yang membuat kita tak merasa lelah dan sakit. Ketangguhan adalah bagaimana kita dapat tetap tegar dengan segala ujian yang diberi-Nya. Ketangguhan adalah rasa tak putus asa akan rahmat-Nya dan selalu berbaik sangka dengan-Nya. Menjadi muslim yang tangguh adalah hal yang harus diusahakan oleh setiap muslim. Dengan itu, keresahan yang tak perlu akan menghilang, terganti dengan rasa percaya dan optimis atas segala hal yang sudah Allah rencanakan.
Pada surat Ali Imran ayat 200, Allah memerintahkan untuk menguatkan kesabaran. Ini adalah salah satu kunci agar kita dapat menjadi muslim yang tangguh. Dengan kesabaran itu, akan muncul pula banyak sifat yang dicintai Allah, seperti ketakwaan. Maka untuk mewujudkan apa yang diperintahkan Allah dalam Kitabullah, SMAIT Al Uswah Surabaya mengadakan salah satu kegiatanya yang di dalamnya berisi pembentukan karakter siswa. Kegiatan tersebut dinamakan Malam Bina Iman Dan Taqwa yang sering disingkat MABIT.
Mabit yang diadakan pada hari Jum’at malam hingga Sabtu pagi tanggal 20-21 September 2024 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini, bertujuan agar siswa terbiasa berdzikir setelah shalat fardhu. Siswa mampu melakukan dengan khusyu berdzikir kepada Allah swt dengan dzikir al matsurat minimal 1x setiap hari. Kemudian siswa mampu shalat sunnah rawatib 4 shalat wajib dengan kesadaran. Dan siswa terbiasa menunggu waktu sholat fardhu. Kegiatan Mabit peserta putri bertempat di Hall SMAIT Al Uswah Surabaya. Sedangkan untuk peserta putra lokasinya di masjid Al Quddus dan masjid Baitur Rozaq Surabaya.


