Mencapai Suasana Belajar ADLX Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu SD Kelas Bawah
Oleh: Diana Agustin Tri Nugrahaeni, S.Pd. (Guru SD Al Uswah 2 Surabaya)
Active Deep Learnerr eXperience (ADLX) merupakan suasana belajar yang harapannya dapat dicapai oleh siswa. Kegiatan belajar yang dikenalkan oleh Mohamed Bahgat, founder of SeGa Group, dalam bukunya yang berjudul FIRST FRAMEWORK, 5 Domains, 15 Principles. Sebuah model pembelajaran yang memadukan dua pendekatan atau model pembelajaran yang penting, yakni Active Learning dan Deep Learning yang dikemas dalam sebuah proses pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar sebagai seorang pembelajar bagi peserta didik.
Dalam buku FIRST FRAMEWORK yang telah dialihbahasakan menjelaskan tentang makna belajar sebagai sebuah learner experience, yang menjadi landasan pengertian belajar dalam model belajar ADLX. “pembelajaran adalah pengalaman holistik, seperti pengalaman pelanggan dengan produk atau perusahaan. semuanya penting. kedalaman dan daya tahan belajar dipengaruhi oleh pengalaman lengkap pelajar, bukan hanya isi dan metode pengajaran. setiap interaksi yang dimiliki pelajar dari sisi mental, fisik, dan emosional dengan materi, fasilitator, teman sebaya, latihan, permainan, teknologi, dan lingkungan kerja meningkatkan gangguan belajar, mendekatkan pelajar ke tujuan, atau menghambat kemajuan.” tertulis dalam buku FIRST Framework. Belajar adalah pengalaman holistik, seperti pengalaman pelanggan dengan produk atau perusahaan. Segalanya penting. Kedalaman dan daya tahan pembelajaran dipengaruhi oleh pengalaman lengkap pembelajar, bukan hanya konten dan metode pengajaran. Setiap interaksi yang dimiliki peserta didik, baik dari sisi mental, fisik, dan emosional dengan materi, fasilitator, teman sebaya, latihan, permainan, teknologi, dan lingkungan sekolah. Pengalaman yang terbangun dari interaksi ini dapat meningkatkan atau mengurangi pembelajaran, membuat siswa lebih dekat ke tujuan pembelajaran, atau justru menghambat kemajuan.
Dari pendapat di atas, tampak keluasan makna belajar, bahwa belajar adalah pengalaman yang bersifat menyeluruh, setiap interaksi yang terjadi dalam proses pembelajaran akan memberi pengalaman belajar (learner experience) kepada siswa. Semakin kaya interaksi yang terbangun, akan semakin lengkap pula experience atau pengalaman yang didapat siswa. Hal penting yang harus diingat oleh guru adalah bahwa interaksi yang akan menjadi pengalaman belajar siswa bukan hanya interaksi siswa dengan konten atau metode pembelajaran saja, tetapi juga interaksi dengan guru dan teman sebaya. Interaksi yang tidak hanya pada sisi mental (pemikiran), tetapi juga interaksi yang melibatkan emosi atau perasaan dan juga interaksi siswa secara fisik. Maka bagaimana seorang guru mendesain interaksi pada berbagai kegiatan dalam proses pembelajarannya, melalui penyampaian materi, permainan, diskusi, pada lingkungan belajar yang terkondisi, menggunakan ragam media dan teknologi, semua akan sangat mempengaruhi learnerr experience siswa-siswanya.
Langkah-langkah Pembelajaran TEMATIK TERPADU pada siswa SD Kelas bawah secara urut adalah sebagai berikut:
Prinsip pembalajaran khas pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) yakni pembelajaran Terpadu yang merupakan akronim dari Terapkan, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi dan Ukhrowi, dengan uraian sebagai berikut :
- Telaah artinya mengkaji konsep-konsep dasar materi melalui aktivitas Tadabur dan Tafakur. Telaah menghantarkan peserta didik memasuki pokok bahasan atau materi yang akan dipelajari, berupa aktifitas mengamati dengan menggunakan indra : membaca, mendengar, melihat dan menyimak untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
- Eksplorasi artinya melakukan aktivitas menggali pengetahuan melalui melalui beragam kegiatan. Tahap ini diposisikan untuk memberikan tingkat keterlibatan dan konsentrasi yang tinggi untuk menumbuhkan minat belajar dan mengurangi kebosanan siswa. Melalui pengalaman ini, siswa membangun tingkat kepercayaan diri dan kreativitas mereka.
- Rumuskan artinya menyimpulkan hasil eksplorasi dengan berbagai bentuk penyajian. Tahapan ini melatih peserta didik agar memiliki kemampuan berfikir analitis, logis dan sistematis atas data-data empiris yang ada untuk memperoleh simpulan dan merancang penyajian hasil simpulan.
- Presentasikan artinya menjelaskan atau mendiskusikan rumusan hasil eksplorasi. Tahap dimana peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan simpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya, kemudian dilanjutkan diskusi dan ada tanggapan dari peserta didik lain dan guru penyempurnaan rumusan. Melalui kegiatan ini, siswa akan mendapatkan pengalaman menghormati orang lain, dan siswa akan merasa dihargai karena menerima tanggapan dari temannya.
- Aplikasikan artinya menggunakan hasil pembelajaran yang didapat untuk memecahkan masalah dan menghubungkan dengan bidang yang relevan. Tahap dimana guru melakukan aktivitas terbimbing pemecahan masalah bagi para peserta didik dengan mengaplikasikan temuan ilmu.
- Duniawi artinya menerapkan hasil pembelajaran yang didapat dengan kehidupan nyata. Tahap dimana guru memberikan penekanan pada peserta didik tentang hubungan antara ilmu yang diperoleh dengan aktifitas keseharian mereka.
- Ukhrowi artinya menerapkan hasil pembelajaran yanh didapat dalam melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT. guru memberikan penekanan pada peserta didik tentang hubungan ilmu yang didapat dengan peluang menjadi tabungan amal akhirat, membiasakan peserta didik untuk melakukan amal-amal positif sesuai perintah Allah SWT.
Kelemahan model pembelajaran ADLX dalam pembelajaran Tematik Terpadu
- Membutuhkan banyak waktu dalam proses pembelajaran karena harus dilaksanakan secara urut dari tahapan paling atas ke tahapan paling bawah.
- Jika dalam sebuah pembelajaran belum bisa menyelesaikan semua tahapan, maka perlu diulang sebelum memulai pelajaran di hari berikutnya untuk tetap mendapatkan hubungan materi sebelumnya kepada materi yang akan diajarkan selanjutnya.
- Guru harus banyak persiapan mengajar, mempunyai banyak kreatifitas icebreaking yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan.
Kelebihan model pembelajaran aktif ( aktive learning)
- Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh.
- Karena yang didapat adalah pengalaman belajar yang berharga, maka siswa akan selalu mengingat materi yang disampaikan.
- Kemampuan yang didapat siswa tidak hanya mengenai pengetahuan saja, namun juga sikap dan keterampilan siswa juga diasah.
- Kegiatan pembelajaran tidak hanya berhenti dalam tahap pelajaran di kelas saja, melainkan siswa juga diajak untuk mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari dan juga mengetahui hubungan dalam hal pengabdian kepada Allah SWT dan tabungan pahala.
Sumber Referensi:
Muhab, Sukro. 2017. Standar Mutu Kekhasan Sekolah Islam Terpadu. Jakarta: JSIT Indonesia.
Alaydroes, Fahmi. 2014. Standar Mutu Kekhasan Sekolah Islam Terpadu. Jakarta: JSIT Indonesia.
Shintawati. 2017. Implementasi Metode Pembelajaran ADLX untuk pembelajaran Tematik Terpadu di SDIT UMMUL QURO BOGOR. Bogor : Tesis.
Bahgat, Mohamed. 2018. FIRST Frame Work. 5 Domains, 15 Principles. LLC : SeGa Group
Profil Penulis:
Diana Agustin Tri Nugrahaeni, S.KM., S.Pd Seorang guru di sebuah SD Islam Terpadu di Kota Surabaya. Lebih dari 10 tahun mengajar dan mengampu kelas bawah. Puluhan buku ajar dan modul dicetak untuk materi belajar siswa. Penulis bisa disapa melalui FB Dihyan An Nayyara dan Ig @dihyanannayyara.


